Halaman

Senin, 10 Desember 2012

Saksi Rindu dan Penantian


 Saksi Rindu dan Penantian
Dita Hyun Rin
Rintik air di sore ini..
Menjadi saksi gerimisnya hatiku..
Yang menanti dirimu hingga saat ini..
Dan ditempat dimana kau dulu menungguku..

Entah sampai kapan..
Aku masih dapat percaya dengan janji
Yang dikata orang serupa bualan
Karna tiada pernah sekalipun menghampiri

Kenapa aku masih disini ?
Masih berdiri dan terpaku..
Tiada lain karena rasa rindu yang menusuk relung hati..
Mengenangmu yang tak berujung waktu..

Dan hanya bermodal janjimu ketika itu…

Aku bukan siapa – siapa..
Hanya gadis bisu dengan rindu yang membuncah
Yang tetap setia menanti sebuah bualan
Yang telah merengut segala rasaku..

Dan kini..
Rintik itu semakin deras..
Bersamaan dengan airmataku yang jatuh kebumi..
Menjadi saksi rindu dan penantianku akan dirimu..


Rintik air di sore ini..
Menjadi saksi gerimisnya hatiku..
Yang menanti dirimu hingga saat ini..
Dan ditempat dimana kau dulu menungguku..

Entah sampai kapan..
Aku masih dapat percaya dengan janji
Yang dikata orang serupa bualan
Karna tiada pernah sekalipun menghampiri

Kenapa aku masih disini ?
Masih berdiri dan terpaku..
Tiada lain karena rasa rindu yang menusuk relung hati..
Mengenangmu yang tak berujung waktu..

Dan hanya bermodal janjimu ketika itu…

Aku bukan siapa – siapa..
Hanya gadis bisu dengan rindu yang membuncah
Yang tetap setia menanti sebuah bualan
Yang telah merengut segala rasaku..

Dan kini..
Rintik itu semakin deras..
Bersamaan dengan airmataku yang jatuh kebumi..
Menjadi saksi rindu dan penantianku akan dirimu..


Rintik air di sore ini..
Menjadi saksi gerimisnya hatiku..
Yang menanti dirimu hingga saat ini..
Dan ditempat dimana kau dulu menungguku..

Entah sampai kapan..
Aku masih dapat percaya dengan janji
Yang dikata orang serupa bualan
Karna tiada pernah sekalipun menghampiri

Kenapa aku masih disini ?
Masih berdiri dan terpaku..
Tiada lain karena rasa rindu yang menusuk relung hati..
Mengenangmu yang tak berujung waktu..

Dan hanya bermodal janjimu ketika itu…

Aku bukan siapa – siapa..
Hanya gadis bisu dengan rindu yang membuncah
Yang tetap setia menanti sebuah bualan
Yang telah merengut segala rasaku..

Dan kini..
Rintik itu semakin deras..
Bersamaan dengan airmataku yang jatuh kebumi..
Menjadi saksi rindu dan penantianku akan dirimu..

Puisi ini diikutsertakan dalam 'GiveAway Semua Tentang Puisi'