Minggu, 30 Desember 2012
Sabtu, 15 Desember 2012
Senin, 10 Desember 2012
Saksi Rindu dan Penantian
Saksi Rindu dan Penantian
Dita Hyun Rin
Rintik air di sore ini..
Menjadi saksi gerimisnya
hatiku..
Yang menanti dirimu
hingga saat ini..
Dan ditempat dimana kau
dulu menungguku..
Entah sampai kapan..
Aku masih dapat percaya
dengan janji
Yang dikata orang serupa
bualan
Karna tiada pernah
sekalipun menghampiri
Kenapa aku masih disini ?
Masih berdiri dan
terpaku..
Tiada lain karena rasa
rindu yang menusuk relung hati..
Mengenangmu yang tak
berujung waktu..
Dan hanya bermodal
janjimu ketika itu…
Aku bukan siapa – siapa..
Hanya gadis bisu dengan
rindu yang membuncah
Yang tetap setia menanti
sebuah bualan
Yang telah merengut
segala rasaku..
Dan kini..
Rintik itu semakin
deras..
Bersamaan dengan airmataku
yang jatuh kebumi..
Menjadi saksi rindu dan
penantianku akan dirimu..
Rintik air di sore ini..
Menjadi saksi gerimisnya
hatiku..
Yang menanti dirimu
hingga saat ini..
Dan ditempat dimana kau
dulu menungguku..
Entah sampai kapan..
Aku masih dapat percaya
dengan janji
Yang dikata orang serupa
bualan
Karna tiada pernah
sekalipun menghampiri
Kenapa aku masih disini ?
Masih berdiri dan
terpaku..
Tiada lain karena rasa
rindu yang menusuk relung hati..
Mengenangmu yang tak
berujung waktu..
Dan hanya bermodal
janjimu ketika itu…
Aku bukan siapa – siapa..
Hanya gadis bisu dengan
rindu yang membuncah
Yang tetap setia menanti
sebuah bualan
Yang telah merengut
segala rasaku..
Dan kini..
Rintik itu semakin
deras..
Bersamaan dengan airmataku
yang jatuh kebumi..
Menjadi saksi rindu dan
penantianku akan dirimu..
Rintik air di sore ini..
Menjadi saksi gerimisnya
hatiku..
Yang menanti dirimu
hingga saat ini..
Dan ditempat dimana kau
dulu menungguku..
Entah sampai kapan..
Aku masih dapat percaya
dengan janji
Yang dikata orang serupa
bualan
Karna tiada pernah
sekalipun menghampiri
Kenapa aku masih disini ?
Masih berdiri dan
terpaku..
Tiada lain karena rasa
rindu yang menusuk relung hati..
Mengenangmu yang tak
berujung waktu..
Dan hanya bermodal
janjimu ketika itu…
Aku bukan siapa – siapa..
Hanya gadis bisu dengan
rindu yang membuncah
Yang tetap setia menanti
sebuah bualan
Yang telah merengut
segala rasaku..
Dan kini..
Rintik itu semakin
deras..
Bersamaan dengan airmataku
yang jatuh kebumi..
Menjadi saksi rindu dan
penantianku akan dirimu..
Puisi ini diikutsertakan dalam 'GiveAway Semua Tentang Puisi'
Langganan:
Komentar (Atom)