Halaman

Sabtu, 03 Desember 2011

JODOH RAHASIA ALLAH

Sahabat kenapa terus kau sesali ketika dia yang kau cinta ternyata tidak memilihmu dan lebih memilih orang lain sebagai pendampingnya. Kenapa kau terus bersedih, ketika melihat kenyataan cintamu bertepuk sebelah tangan. Bukankah sudah kukatakan berulang kali, janganlah kau bermain-main dengan perasaan, apalagi sampai coba-coba menjalin hubungan tanpa ikatan. Aku tau cinta itu fitrah, bahkan terkadang kita sendiripun tak tahu kenapa kita mencintainya dan bukan orang lain. Aku tidak menyalahkanmu karena mencintainya, tapi apakah cinta harus selalu di ungkapkan? Apakah cinta itu harus selalu diwujudkan dengan pacaran?

Sahabat, masih ingatkah kau tentang kisah cinta Ali dan Fatimah? Mereka begitu rapat menutup perasaan mereka, sehingga tidak ada seorangpun yang tahu apa yang terselip di hati mereka, dan bahkan setan-pun tak mengetahuinya. Tapi pada akhirnya, Allah mempersatukan cinta mereka dalam ikatan yang suci. Subhanallah, Allahu Akbar! Sahabat, itulah yang dinamakan jodoh. Terkadang jodoh itu unik, dan seringkali penuh kejutan. Mungkin ada di antara kita yang telah melalangbuana mencari jodoh, tapi ternyata jodoh kita adalah tetangga sebelah rumah, atau bisa jadi jodoh kita adalah teman sekelas kita waktu SD, teman kuliah, teman sekantor, atau bahkan teman di FB. Ada juga yang baru bertemu sekali tapi langsung menemukan kecocokan dan memutuskan untuk menikah.

Sahabat, seberapapun besarnya rasa cintamu kepadanya jika Allah tidak menakdirkan kalian untuk bersatu, maka kalian tidak akan pernah bersatu. Seberapapun lamanya kau berpacaran dengannya jika memang dia bukan jodohmu maka hubungan kalian tak kan pernah berujung pada pernikahan. Tapi sebaliknya walaupun kau baru mengenalnya sebulan yang lalu, tapi jika memang kalian berjodoh, maka pasti kalian akan bersatu. Jika seperti itu kenyataannya, lantas buat apa kau membuang-buang waktu untuk pacaran? Sedang kau sendiri sudah tau apa hukumnya pacaran dalam islam.

Sahabat, jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh. Setiap diri sudah ditentukan jodohnya masing-masing. Maka, tak perlu kau gundah, tak perlu kau bersedih, tak perlu kau mengobral dirimu demi mendapatkan seseorang yang sangat kau cinta. Percayalah bahwa Allah sudah mempersiapkan jodoh terbaiknya untukmu.. Yang perlu kau lakukan saat ini adalah, mempersiapkan diri sebaik-baiknya, lebih mendekatlah kepada-Nya, siapkan ilmu, perbaiki akhlak, dan perbarui niatmu. Yakinlah dengan janji Allah, "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)". (An Nuur : 26).

Duhai ikhwan, jika kau menginginkan istri yang sholehah, maka sholehkan dirimu terlebih dahulu, karena kelak engkau adalah Imam bagi keluargamu. Duhai akhwat, jika kau menginkan suami yang sholeh maka engkaupun harus mensolehkan dirimu, karena kelak engkau adalah peneguh suamimu, dan ibu dari anak-anakmu, keutuhan keluargamu sangat tergantung bagaimana kau menjaga kehormatanmu dan menjaga kepercayaan suamimu. Semoga kelak Allah pertemukan kita dengan orang terbaik pilihan-Nya, dalam sebuah perjanjian suci Mitsaqan Ghaliza, dan biarlah rasa cinta ini bermuara pada tempatnya, di saat dan waktu yang paling tepat. Aamiiin.

tentang aku dimasa depan..:)

entah kenapa tiba - tiba aja ngayal kayak gini...hehehe

dr.Dita Ayu Pertiwi
akan mengadakan pengobatan gratis untuk orang yang tidak mampu....
tidak ada lagi miskin = mati....
haishh...Mimpiku

hahahaha...seandainya ya??
tapi aku takut untuk ngomng cita - cita ku ini...T_T hmm....
takut kesannya agak ketinggian.....

mungkin ga ya???

Atau...
Ir. Dita Ayu Pertiwi
mengadakan pembangunan yang bersih...
tanpa korupsi atau apa...
mimpiku...

aku juga pengen jadi insinyur....haishh....

bagaimana aku dimasa depan nanti???

Sabtu, 19 November 2011

KITA(DITA HYUN RIN)

Seorang gadis tengah mengayuh sepedanya cepat. Napasnya tersengal – sengal, namun ia tetap mengayuh secepat yang ia bisa. Peluhnya menetes deras. Seolah ia bak pembalap yang tengah berpacu cepat demi kehormatan negara.
BRUK!!
Ia terbanting dari sepedanya. Sudah ketiga kalinya. Namun sial, kali ini ia jatuh ditengah – tengah pasar yang penuh dengan kerumunan manusia. Tepat dugaan, semua mata menatapnya. Ia sempat membisu. Lalu segera bangkit berdiri.
“MAAF!!” ucapnya keras. Lalu ia memperbaiki posisi sepedanya dan kembali mengayuh cepat meninggalkan kerumunan itu.  Mereka semua hanya meggeleng pelan. Salah seorang dari mereka berujar seraya menggeleng,
“Asahi, kau ini..”
***
Sebuah mobil Toyota Kijang Innova tengah menepi di depan sebuah rumah. Seorang laki – laki dewasa turun dari dalam mobil. Ia berjalan memutar cepat ke pintu mobil di sebelahnya. Lalu ia membuka pintunya. Seorang laki – laki muda dengan kaki disangga turun dengan hati – hati. Seraya dipapah oleh laki – laki dewasa itu ia menurunkan tongkatnya. Lalu membetulkan posisi tubuhnya yang tadi dipapah menjadi berdiri bersama tongkatnya.
“aku bisa jalan sendiri pa.” Ucap laki – laki bertongkat itu. Ia dengan hati – hati melangkah masuk ke dalam rumah. Meninggalkan laki – laki dewasa yang tengah melepaskan napasnya.
Laki – laki bertongkat itu berjalan memasuki rumah. Matanya menatap tajam keseluruh penjuru rumah. Laki – laki dewasa itu berjalan menghampirinya lalu berujar padanya,
“Ryo, kau menyukainya? Ini rumah kita sekarang.”
Laki – laki muda itu hanya menghela napasnya. Tanpa terlihat satupun reaksi yang berarti darinya ia berucap,
“pa, aku mau ke kamar dulu.”
***
“yeay!!akhirnya aku berhasil lagi mengitari komplek ini dua ratus kali sebelum hujan tiba!!” Seru seorang gadis yang tengah duduk diatas sepedanya. Ialah Asahi yang berpacu bersama sepedanya tadi. Kini ia benar – benar menghentikan laju sepedanya. Benar – benar berhenti.
PLOK..PLOK..PLOK...
Seorang laki – laki muda menghampirinya seraya menepukkan kedua tangannya. Asahi tersenyum kepadanya. Wajah laki – laki itu sungguh tak asing bagi Asahi. Ia dengan cepat meyapanya,
“Sho!”  Laki – laki itu tersenyum.
“yap!selamat ya. Hmm.. lagi – lagi kau berhasil dengan predikatmu sebagai gadis pembalap.” Ucapnya. Asahi kembali tersenyum riang.
“tentu!hehehe. Sho? Kapan kau kembali heh?” Tanya Asahi.
“baru saja.” Jawabnya pendek. Lalu ia segera duduk menepi di bangku taman. Asahi menbuka standar sepedanya. Lalu segera duduk di sebelah laki – laki bernama Sho tadi.
“lalu, kau langsung kesini?” tanya Asahi cepat.
“hmm..tentu saja. Setibanya aku di sini aku langsung teringat wajah manis gadis pembalapku.” Jawab Sho. Ia menoleh seraya tersenyum manis pada Asahi.
“ha...h? huh..da..sar kau ti..tidak pernah bisa serius ka..kalau ditanya!” Seru Asahi terbata – bata. Ia menoleh cepat. Wajahnya sudah mulai memerah.
“hahaha. Aku serius. Sumpah aku kangen banget sama kamu tau ga?ayolah...jangan marah padaku. Kita kan udah hampir lima tahun ga ketemu loh.” Ucap Sho. Ia memutar posisi tubuhnya hingga ia berada sejajar dengan kaki Asahi.
“huh.kau ini. Ya...,sudah cepat bangun. Iya aku juga kangen banget sama kamu.hehe.” ucap Asahi. Kemudian ia segera tertawa.
“hahaha.Dugaanku tepat, kau masih seperti dulu Nishikawa Asahi.” Ucap Sho. Ia bangkit dan kembali duduk.
“ya, memang kau kira aku akan berubah seperti apa heh?hehe. kau sendiri masih sama Sho Misuyama” Balas Asahi.
“sama? Bukannya aku tambah tampan ya? Lihat ini.” Sho segera memamerkan senyum andalannya. Asahi ingin membalasnya,
“huekk...apa itu.” Ucap Asahi dengan meniruan seperti orang yang ingin muntah.
“huh.dasar, cewek yang enggak tau barang berkualitas sih.” Ujar Sho kesal.
“hahahaha. Satu sama.” Ucap Asahi. Lalu mereka berdua tertawa bersama.
“kurang lengkap ya?” Ujar Asahi tiba – tiba. Sho menoleh penuh tanda tanya padanya.
“iya,kurang lengkap tanpa kehadiran Ryo.”
***
Seorang laki – laki muda tengah menatap dengan bisu ke arah jendela. Tatapannya kosong. Ia hanya diam. Entah apa yang dilakukannya.
“tuan, makanan bibi taruh di dalam ya?” ucap seorang pelayan padanya. Namun ia tetap tak terusik. Ia masih diam. Tetap dalam tatapan kehampaan yang dalam.
“apa yang dapat kuperbuat sekarang?” tanyanya sendiri. Ia lalu berjalan menghampiri makanan yang tadi diletakkan oleh pelayan dirumahnya.
Ditatapnya dalam – dalam piring yang berisi aneka makanan itu. Ia menghela napasnya. Lalu tangannya meraih satu sisi dari piring itu.
PRANG!!
Piring itu ia jatuhkan dalam satu hentakan keras. Lalu,
BRUK!
Ia pun terjatuh bersamaan dengannya. Seketika ia lempar tongkat yang biasa menyangganya. Air matanya mengalir. Ia menatap kakinya yang kini tiada lagi sempurna. Ia menangis sejadi – jadinya.
“AKU INGIN MATI!!” Serunya panjang dan keras. Bersama derainan air matanya yang kini mengalir deras.
***
“bagaimana kabarmu selama di sana?” Tanya Asahi seraya berjalan di taman pada seorang laki – laki bernama Sho yang tengah menuntun sepedanya.
“hmm...ya begitulah.hehe. Kamu sendiri?” Sho balas bertanya pada Asahi yang tengah membuka botol minum miliknya.
“ya begini. Kamu bisa lihat sendiri kan?” Jawab Asahi.
“hmm..sepeertinya sangat tidak baik ya?” Ujar Sho pendek.
“grr..hei Sho Misuyama jangan mulai lagi deh.” Gumam Asahi.
“iya iya. Hei ada kabar bagus. Setelah ini aku akan menetap di sini.” Ujarnya.
“di sini?”
“iya. Kan kuliahku si Paris sudah selesai. Nah aku akan menetap di sini dan bekerja di perusahaan papa.”
“wah..bagus deh.hehe. Ternyata kau memang pintar,bisa lulus secepat itu” Jawab Asahi. Namun ia buru – buru melanjutkan.
“kira – kira bagamana kabar Ryo ya? Aku enggak pernah denger tentang dia sedikitpun setelah kepergiannya ke Ausie.”

Jumat, 23 September 2011

Suatu Saat Di Kala Senja

oleh : Dita Ayu Pertiwi

Suatu saat dikala senja..
Aku merenggangkan nafas panjangku..
Yang tak perlu untuk dihisap kan lagi..

Suatu saat dikala senja..
Peluhku mengalir deras..
Dan tubuh ini serasa meremuk..
Dan batin yang kian meredam..

Suatu saat dikala senja..
Mataku memerah karana surya..
Dan aku tak mampu untuk mengungkapkan..
Segala duka yang menjadi sulit..

Suatu saat dikala senja..
Hatiku merapuh..
Dan mulutku terkunci rapat..

Suatu saat dikala senja..
Matahari tak nampak dihadapanku…
Dan sekali lagi aku tak bergeming..

Suatu saat dikala senja..
Aku terpuruk menatap dunia…
Yang kian lama kian menghitam..

Dan…
Suatu saat dikala senja..
Aku tiada akan dapat bernafas..
Karena telah berakhir nafasku….

Jumat, 05 Agustus 2011

Curhatanku(1)

Jakarta,5 Agustus 2011...

  Hari yang sangatttttt melelahkan.wkwkwkwkwkwkwkwk... selain melelahkan otak, melelahkan fisik :-( juga melelahkan perasaan.hahahahahaha.
Aishhh.... salah nulis lagi... mau nulis UNDIP ko malah nyasar - nyasar ke UNSUD.wkwkwkwkwkwk*payahhhh.
Masih bingung dengan cita - citaku*galau ceritanya....
minatku dimana juga masih bingung*tambah galau.....
OMO.... jalani dululah.... liat kedepannya mudah - mudahan seiring bertambahnya Umur fikiran juga semakin dewasa
*Jiaaahhhh bahasanyee.....

DITA...dan DITA....
kenapa sih???? gaberani bicara???????emang ga punya mulut????
====answer====
bukannya gapunya... tapi ga berani. :(
=========================
emang mau dimakan apa?????????
=====answer=====
takut salah...huhuhuhu T_T
=================
selalu dan selalu...semuanya ditulis....tapi ya gitu ga pernah diomongin...
huhuhuhu ini masalah terberat...
SUSAH BICARA. bukan bisu loh...
tapi Gak Pede...

ahhh...capek ngeluh teruuus....
semangat deh yang penting!!!!!
Wassalam....