Sebuah Pemikiran
Apa atau bagaimana aku tada mengerti... hal yang menggalaukan aku sampai saat ini...
tentang aku, hidupku, dan apa yang kupikirkan...
kesendirian ini membuatku menangis...
Entah
kenapa aku selalu berpikir. Memikirkan sesuatu atau bahkan apapun. Sejatinya,
aku bukanlah orang yang pandai melukis kata menjadi sesuau yang berharga. Karena,
aku hanya dapat berbicara apa adanya. Entah kenapa ini menjadi itu dan itu
menjadi ini. Tidakk ada yang tahu atau memberi tahu aku sekalipun. Ya, karena
aku sendiri. Berjalan sendiri, bahagia sendiri, dan menangis sendiri.
Saat ini
aku ingin bercerita. Tapi tiada satupun yang mau mendengarkanku. Sehingga, ada
baiknya hal yang ingin kuutarakan, kusimpan rapat – rapat. Aku melihat berbagai
macam tingkah polah manusia. mereka yang berjalan dengan kelompoknya, dengan keegoisannya,
dengan mulut seenaknya. Semua menyakitiku. Sehingga, aku takut untuk percaya
dengan siapapun lagi.
Terkadang aku
berpikir. Apa tujuan dan maksudku berubah? Untuk menjadi lebih baik? Apa karena
yang lainnya? Awalnya aku sangat bersemangat. Merubah diri ke arah yang lebih
baik. Mengingkarai segala yang aku sukai. Tapi, saat ini. Kala aku telah
melalui apapun juga. Aku merasa kosong. Aku merasa, mereka toada menganggapku
bagian. Seorang kawan pernah berkata padaku “itu hanya soal bagaimana kamu
membahagiakan dirimu sendiri”. Dan “kamu belum menjadi satu dengan mereka”. Kamu
belum pernah merasakan bagaimana menjadi aku. Dirimu, yang selalu dikelilingi
orang – orang yang memihakmu tiada pernah merasakan menjadi orang sepertiku. Kamu,
keluargamu. Siapa yang tiada mengenalnya? Sedang aku? Adalah generasi pertama
yang berada disini. Haruskah aku kembali ke awal? Ketika aku hidup dalam
kepalsuan? Menjadi seorang FANS namun banyak orang yang menerimaku atau menjadi
orang baik namun? Semua orang menjauhiku?
Aku tidak
begitu mengerti tentang pa yang kucari. Aku pun tiada mendustakan nikmat yang
Allah berikan kepadaku. Namun, saat ini beribu tanya menghantuiku. Ataukah ini
hanya bisikan setan belaka? Entahlah aku bingung. Ah. Mungkin aku yang salah. Kesendirian
ini mengahasutku untuk kembali ke jalan awalku. Yakni menjadi seorang FANS. Tapi
apa harus?? Dulu, aku seolah diterima dalam masyarakat ketika aku menjadi
seorang FANS. Semua rasanya begitu baik padaku. Sekarang? Semua berbcara padaku
padahal mereka sesungguhnya malas bicara padaku. Aku bingung….
Aku ingin bercerita....
tapi tiada tempatku untuk berbicara :''( semua pergi......
haruskah aku kembali?


























