Halaman

Senin, 13 Agustus 2012

Sebuah Pemikiran


Sebuah Pemikiran

Apa atau bagaimana aku tada mengerti... hal yang menggalaukan aku sampai saat ini...
tentang aku, hidupku, dan apa yang kupikirkan...
kesendirian ini membuatku menangis...

Entah kenapa aku selalu berpikir. Memikirkan sesuatu atau bahkan apapun. Sejatinya, aku bukanlah orang yang pandai melukis kata menjadi sesuau yang berharga. Karena, aku hanya dapat berbicara apa adanya. Entah kenapa ini menjadi itu dan itu menjadi ini. Tidakk ada yang tahu atau memberi tahu aku sekalipun. Ya, karena aku sendiri. Berjalan sendiri, bahagia sendiri, dan menangis sendiri.

Saat ini aku ingin bercerita. Tapi tiada satupun yang mau mendengarkanku. Sehingga, ada baiknya hal yang ingin kuutarakan, kusimpan rapat – rapat. Aku melihat berbagai macam tingkah polah manusia. mereka yang berjalan dengan kelompoknya, dengan keegoisannya, dengan mulut seenaknya. Semua menyakitiku. Sehingga, aku takut untuk percaya dengan siapapun lagi.

Terkadang aku berpikir. Apa tujuan dan maksudku berubah? Untuk menjadi lebih baik? Apa karena yang lainnya? Awalnya aku sangat bersemangat. Merubah diri ke arah yang lebih baik. Mengingkarai segala yang aku sukai. Tapi, saat ini. Kala aku telah melalui apapun juga. Aku merasa kosong. Aku merasa, mereka toada menganggapku bagian. Seorang kawan pernah berkata padaku “itu hanya soal bagaimana kamu membahagiakan dirimu sendiri”. Dan “kamu belum menjadi satu dengan mereka”. Kamu belum pernah merasakan bagaimana menjadi aku. Dirimu, yang selalu dikelilingi orang – orang yang memihakmu tiada pernah merasakan menjadi orang sepertiku. Kamu, keluargamu. Siapa yang tiada mengenalnya? Sedang aku? Adalah generasi pertama yang berada disini. Haruskah aku kembali ke awal? Ketika aku hidup dalam kepalsuan? Menjadi seorang FANS namun banyak orang yang menerimaku atau menjadi orang baik namun? Semua orang menjauhiku?

Aku tidak begitu mengerti tentang pa yang kucari. Aku pun tiada mendustakan nikmat yang Allah berikan kepadaku. Namun, saat ini beribu tanya menghantuiku. Ataukah ini hanya bisikan setan belaka? Entahlah aku bingung. Ah. Mungkin aku yang salah. Kesendirian ini mengahasutku untuk kembali ke jalan awalku. Yakni menjadi seorang FANS. Tapi apa harus?? Dulu, aku seolah diterima dalam masyarakat ketika aku menjadi seorang FANS. Semua rasanya begitu baik padaku. Sekarang? Semua berbcara padaku padahal mereka sesungguhnya malas bicara padaku. Aku bingung….

Aku ingin bercerita.... 
tapi tiada tempatku untuk berbicara :''( semua pergi......

haruskah aku kembali?

1 komentar:

  1. La tahzan dit, Allah bersama orang-orang yg sabar.
    Smile you don't cry dong

    BalasHapus