Halaman

Senin, 03 September 2012

Giveaway Novel Cinderella Syndrome Leyla Hana

Siapa yang tak tahu CINDERELLA?? Gadis miskin yang selalu disiksa ibu tirinya dan kemudian karena kebaikan hatinya lah ia dapat menemukan kebahagiaannya yaitu menikah dengan pangeran tambatan hatinya. Dongeng dari kawasan Eropa yang mampu menciptakan rekayasa mimpi di benak para gadis kecil sampai remaja untuk menjadi sepertinya. Bahkan, di era moderen ini tidak sedikit pula yang masih berharap dapat menemukan kejaiban sepertimu yang bertemu dengan Ibu Peri, Kereta Labu, Sepatu Kaca, dan lainnya. Termasuk aku sendiri. Kisahnya pun tiada kunjung 'membosankan' untuk dibahas !

Dalam novelnya yang berjudul "Cinderella Syndrome" Kak Leyla mengulas kisah penemuan cinta para 'Cinderella' di era moderen ini ! tentunya dengan versi yang berbeda dari kisah dongeng Cinderella yang tersohor itu.  Dan kali ini Kak Leyla Hana pun , mencoba mengajak saya untuk berimajinasi bagaimana bila saya menjadi salah satu tokoh rekaan dalam novelnya.

  Violet, 25 tahun, seorang penulis yang jarang keluar rumah, hingga menjadi amat manja dan tidak bisa bepergian ke mana-mana sendirian. Ia harus mengajak teman atau  ibunya kalau tidak ingin tersesat. Terpikir untuk menikah supaya punya pengawal pribadi yang siap mengantarnya ke mana-mana.

Bagaimana kisah Violet si 'Cinderella' selanjutnya? akankah ia menemukan pangeran dalam versinya? Apakah keadaannya membaik selepas ia menemukan calon suaminya?

Ayo temukan jawabannya dalam cerita berikut. Tentunya dengan versi ku :) hehe

***

Violet, seorang penulis muda dengan bakat yang tidak lagi diragukan. Kelihaiannya dalam menorehkan kata - kata menjadi sebuah kalimat dan kalimat menjadi cerita sudah tiada diragukan lagi. Sampai ada salah seorang penggemarnya yang menyebutnya si Tangan Pena. Karyanya sudah tersohor hingga ke ujung negeri di wilayah khatulistiwa ini. Tiada seorang pun penggemar buku yang tiada mengenalnya.

Namun, sangat di sayangkan. diumurnya yang ke menjajaki kepala dua lebih lima tahun ini ia belum juga menemukan tambatan hatinya. bukan karena ia tak cantik atau cerewet. melainkan karena sifat 'introvert' nya yang menyulitkannya. hal ini tentu berdampak pada dirinya. ia menjadi gadis manja yang penakut pula. Tidak ada tempat yang pernah ia datangi seorang diri. 

Ketika Ibu atau temannya menghilang untuk beberapa saat ia bagaikan ayam yang tersesat kemudian kehilangan induk. seperti pada saat acara 'launching' buku terbarunya di sebuah toko buku terkemuka di daerah Semarang. ketika itu ia bersama ibunya menghadiri acara tersebut. kemudian terjadilah hal yang tidak terduga. ada pemberitahuan bahwa Ayah Violet mendadak terserang penyakit jantung sehingga ibunya harus pulang saat itu juga. Violet yang belom menyelesaikan acaranya harus tinggal untuk beberapa saat. tamatlah riwayat Violet. selepas dari toko buku ia tak tahu arah jalan pulang ke Hotel tempat ia menginap. dan yang lebih celaka adalah ponselnya mati dan ia tak tahu alamat Hotelnya. Jadilah ia terlunta - lunta di jalanan Ibu Kota Jawa Tengah itu. beruntungnya, ketika hari sudah beranjak malam ia bertemu dengan seorang pemuda yang menginap di Hotel yang sama dengannya. Pemuda itu pernah melihat Violet sebelumnya. Ia pun mengantarkan Violet pulang. dan yang patut di syukuri ialah, ia pemuda yang baik. dan Violet pun pulang dengan selamat. 

Kejadian ini membuat Violet sadar bahwa ia tak bisa selamanya bergantung pada Mama atau temannya. karena mereka pasti punya kehidupan masing - masing dengan masalah yang berbeda pula tentunya. hal ini menguatkan tekadnya untuk mencari pasangan hidup sebagai pengawal pribadinya yang siap kapan saja ia butuhkan.

(BELOM SELESAI)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar