Halaman

Rabu, 22 Mei 2013

Tentang Cinta, Tentang Masa Muda [DRAMA SINGKAT]


Tentang Cinta, Tentang Masa Muda
(Dita Hyun Rin)

          Cinta. Suatu karunia Tuhan yang tiada dapat terelakkan bagi seluruh manusia di bumi ini. Suatu perasaan yang dapat membahagiakan, dapat pula menyengsarakan. Dia yang hatinya terus merana dikarenakan cintanya yang tiada kunjung terbalaskan. Atau bahkan Dia yang bahagia karena cintanya mendapatkan jawaban ? namun tetap saja. Cinta itu tetaplah suatu karunia. Yang semestinya patut disyukuri keberadaannya. Dari Cinta kita belajar mengerti akan kesetiaan, pengorbanan, penantian, bahkan kesabaran.  Cinta juga merupakan topic terhangat yang biasanya dibahas oleh remaja. Topik terhangat yang tiada habisnya.


Seperti yang terjadi pada tiga orang sahabat. Liana, Tiara, dan May. Mereka merupakan siswi sekolah menengah. Tentang Cintanya ? tentunya memiliki kisah yang berbeda – beda. Gimana serunya perbincangan hangat mereka ?kita lihat saja kisahnya :

Siang yang cerah. Di depan warung Bakso Pak Maman. Tiga orang gadis belia tengah asyik menikmati pebioncangan hangatnya. Ditemani semangkuk bakso dan es teh yang menggoda.

Tiara  : “Eh.. gila ye. Itu kaka kelas Kece badai !” (berseru)

May   : “ah enggak tuh. Biasa aja. Lebay lo. Hahaha”  (sambil menikmati Baksonya kembali)

Liana : “iya. Setuju banget tuh sama May. Lo mah cowo mulu mikirinnya..”

Tiara  : “ah. Susah sih. Ngomong sama jomblowati sejati mah. Ahahahahai.” (tertawa)

May   : “yee. Songong. Gue bukan jomblowati sejati kali mbak. Orang kemaren gue baru mutusin Adrian. “ (tak mau kalah)

Liana : “yee gaya banget. Seengganya gue ga pernah yee galau – galau gajelas gitu kayak lo berdua. Wkwkwk.” (tertawa)

Tiara  : “yaah… itulah bumbu masa remaja !” (berseru sambil mengangkat garpu yang bertancapkan bakso)

May   : “hahahaha. Bumbu sih bumbu. Tapi itu baksonya taroh dulu mbak. Wkwkwk. Berasa patung liberty ye ? wkwkwk”

Tiara melihat ke sekitar. Seluruh mata para penikmat Bakso Pak maman. Hingga Pak Maman nya sendiri pun menatapnya dengan bingung. Perlahan Tiara menurunkan garpu yang iya angkat tadi. Dengan senyuman yang aneh.

Tiara  : “Ah . lu bikin malu aja !” (salah tingkah)
(May dan Liana hanya menatapnya bingung. Lalu keduanya sama – sama tertawa)

May   : “hahahaha ! cie yang abis jadi patung Liberty

Liana : “wkwkwk…. Gimana – gimana???” (meledek)

Tiara  : “Ah jahat lu pada. Udah balik ke Topik. Galau, sedih, senang. Itu bumbu masa remaja Tau. Kalo ga ada itu tuh, kayak mi goreng tapi gapake bumbu. Hambaaar.” (sambil Memeragakan gerakan aneh kembali)

Liana : “ah enggak juga. Emang cinta itu harus peke galau – galauan ? gajuga tuh. Cinta, Sayang. Ga harus ke cowok kan ? mending buat keluarga kita aja. Atau temen – temen Kita. Gua sayang dan cinta sama kalian berdua.” (memeluk May dan Tiara)

Tiara  : “aaaa ~ gua sayang juga sama lu Lianaa.” (balas memeluk Liana)

Liana : “tuh kan. Makanya. Daripada capek buang – buang energi. Menggalaukan orang yang Bukan siapa – siapa kita. Meding dipake buat mencintai temen sendiri.”

       Tiara terdiam. Kalau Liana sudah berbicara mengenai pershabatan mereka. Sudah tak ada yang dapat membantahnya.

Tiara  : “yah.. kalau gini mah udah nyerah deh gua. Hahaha.”

May   : “iya deh. Ahaha. Kita semua kan emang punya pendapat masing – masing soal cinta. Tentunya punya kisah yang berbeda pula. Ahahaha. Yang penting persahabatan kita Sama !” (Berseru. Setelah sekian menit sibuk dengan Baksonya)

Liana : “ahahahaha. Iyaaa.”
Tiara  : “apapun masalahnya. Yang penting minumnya.,..” (Mereka berseru)

May,Liana,Tiara   : “ TEH BOTOL SOSRO !” (KOMPAK)

May   : “makannya di…”(melirik)

Tiara  : “Warung Bakso Pak Maman !”
Pak Maman : “Mau bayar Bakso neng ? manggil – manggil bapak ?”

Tanpa disadari. Kini banyak mata telah mengarah ke arah mereka. Mereka salah tingkah. Lalu tertawa bersama – sama. Indahnya masa muda ~

Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar