Tentang Cinta, Tentang Masa Muda
(Dita Hyun Rin)
Cinta.
Suatu karunia Tuhan yang tiada dapat terelakkan bagi seluruh manusia di bumi
ini. Suatu perasaan yang dapat membahagiakan, dapat pula menyengsarakan. Dia
yang hatinya terus merana dikarenakan cintanya yang tiada kunjung terbalaskan.
Atau bahkan Dia yang bahagia karena cintanya mendapatkan jawaban ? namun tetap
saja. Cinta itu tetaplah suatu karunia. Yang semestinya patut disyukuri
keberadaannya. Dari Cinta kita belajar mengerti akan kesetiaan, pengorbanan,
penantian, bahkan kesabaran. Cinta juga
merupakan topic terhangat yang biasanya dibahas oleh remaja. Topik terhangat
yang tiada habisnya.
Seperti yang terjadi
pada tiga orang sahabat. Liana, Tiara, dan May. Mereka merupakan siswi sekolah
menengah. Tentang Cintanya ? tentunya memiliki kisah yang berbeda – beda.
Gimana serunya perbincangan hangat mereka ?kita lihat saja kisahnya :
Siang yang cerah. Di
depan warung Bakso Pak Maman. Tiga orang gadis belia tengah asyik menikmati
pebioncangan hangatnya. Ditemani semangkuk bakso dan es teh yang menggoda.
Tiara :
“Eh.. gila ye. Itu kaka kelas Kece badai !” (berseru)
May : “ah
enggak tuh. Biasa aja. Lebay lo. Hahaha”
(sambil menikmati Baksonya
kembali)
Liana : “iya.
Setuju banget tuh sama May. Lo mah cowo mulu mikirinnya..”
Tiara : “ah.
Susah sih. Ngomong sama jomblowati sejati mah. Ahahahahai.” (tertawa)
May : “yee.
Songong. Gue bukan jomblowati sejati kali mbak. Orang kemaren gue baru mutusin Adrian. “ (tak mau kalah)
Liana : “yee
gaya banget. Seengganya gue ga pernah yee galau – galau gajelas gitu kayak lo berdua. Wkwkwk.” (tertawa)
Tiara :
“yaah… itulah bumbu masa remaja !” (berseru
sambil mengangkat garpu yang bertancapkan bakso)
May :
“hahahaha. Bumbu sih bumbu. Tapi itu baksonya taroh dulu mbak. Wkwkwk. Berasa patung liberty
ye ? wkwkwk”
Tiara melihat ke
sekitar. Seluruh mata para penikmat Bakso Pak maman. Hingga Pak Maman nya
sendiri pun menatapnya dengan bingung. Perlahan Tiara menurunkan garpu yang iya
angkat tadi. Dengan senyuman yang aneh.
Tiara : “Ah
. lu bikin malu aja !” (salah tingkah)
(May
dan Liana hanya menatapnya bingung. Lalu keduanya sama – sama tertawa)
May :
“hahahaha ! cie yang abis jadi patung Liberty”
Liana :
“wkwkwk…. Gimana – gimana???” (meledek)
Tiara : “Ah
jahat lu pada. Udah balik ke Topik. Galau, sedih, senang. Itu bumbu masa remaja Tau. Kalo ga ada itu tuh, kayak mi goreng
tapi gapake bumbu. Hambaaar.” (sambil Memeragakan gerakan aneh kembali)
Liana : “ah
enggak juga. Emang cinta itu harus peke galau – galauan ? gajuga tuh. Cinta, Sayang. Ga harus ke cowok kan ? mending buat
keluarga kita aja. Atau temen – temen Kita. Gua sayang dan cinta sama kalian
berdua.” (memeluk May dan Tiara)
Tiara :
“aaaa ~ gua sayang juga sama lu Lianaa.” (balas
memeluk Liana)
Liana : “tuh
kan. Makanya. Daripada capek buang – buang energi. Menggalaukan orang yang Bukan siapa – siapa kita. Meding dipake buat
mencintai temen sendiri.”
Tiara
terdiam. Kalau Liana sudah berbicara mengenai pershabatan mereka. Sudah tak ada
yang dapat membantahnya.
Tiara :
“yah.. kalau gini mah udah nyerah deh gua. Hahaha.”
May : “iya
deh. Ahaha. Kita semua kan emang punya pendapat masing – masing soal cinta. Tentunya punya kisah yang berbeda pula.
Ahahaha. Yang penting persahabatan kita Sama !” (Berseru.
Setelah sekian menit sibuk dengan Baksonya)
Liana :
“ahahahaha. Iyaaa.”
Tiara :
“apapun masalahnya. Yang penting minumnya.,..” (Mereka
berseru)
May,Liana,Tiara :
“ TEH BOTOL SOSRO !” (KOMPAK)
May :
“makannya di…”(melirik)
Tiara :
“Warung Bakso Pak Maman !”
Pak Maman : “Mau bayar Bakso neng ? manggil –
manggil bapak ?”
Tanpa
disadari. Kini banyak mata telah mengarah ke arah mereka. Mereka salah tingkah.
Lalu tertawa bersama – sama. Indahnya masa muda ~
Tamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar