Halaman

Selasa, 13 Desember 2011

Dilema Seorang Pianist


Kujentikkan jari jemariku. Menyusuri alur notasi piano di hadapanku. Keadaannya sunyi. Memberi sebuah kehikmatan sendiri yang tiada kutahu. Sepi dan tiada  hingar bingar apapun yang menyusuri helaan napasku saat ini. Jemariku masih melangkah dan melangkah. Seiring nada – nada piano yang berdenting sendu. Sama dengan hatiku yang diselimuti keraguan.
Aku masih saja bermain. Dihadapan ribuan mata yang menatapku dengan berbagai macam rupa pandangan. Dan tentunya berbagai macam rupa pemikiran. Aku tak perduli. Aku, hanya seorang pianist malang yang berdiri dengan hati yang terbuang dihadapan musik yang menerjang dan bermain di depan ribuan mata yang memandang. Kutegaskan sekali lagi malang.
Kerlingan mata senduku,mungkin tak cukup untuk mengungkap ribuan bahasa hati yang mencoba menerka teka – tekiku. Dalam galau yang abstrak ini sungguh aku sendiri pun bingung harus berlaku apa. Aku hanya seorang pianist malang dengan hati yang terluka. Oleh luka yang aku pun bingung apa penyebabnya.
Kujentikkan nada – nada terakhir. Mengakhiri permainan dilema ku ini. Dengan rasa yang cukup menyesak. Aku tetap mencoba bertahan dalam permainan dilema tak beraturan ini. Dan akhirnya..
PLOK!PLOK!PLOK!...
Hujan tepuk tangan membanjiriku. Aku mencoba tersenyum untuk menyembunyikan rasa yang mendesakku saat ini.
“Terima Kasih..” Ucapku Perlahan. Menahan rasaku yang terdesak dalam. Dan,
Bruk!!
Semuanya gelap. Tak terlihat lagi. Aku merasakan damai yang sangat. Merasa setitik cahaya memanggilku pergi untuk pulang. Damaiku tiba juga. Kau tahu? Bagaimana rasanya? Bahagia. Terlepas dari ikatan dilema yang sedari tadi membelenggu jiwaku.
Sayup – sayup kudengar keramaian menyelubungiku. Menjadi semakin ramai. Aku hanya tersenyum. Menatap sang penjemput yang memandangku dari dengan tatapan damai.
Akhirnya,inilah kisahku. Kisah pianist malang yang digerogoti penyakit yang malang jua. Dan akhirnya mati dengan malang. Aku sekarang hanya dapat berharap. Bahwa di alam nantinya, aku takkan mendapatkan kemalangan yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar