Halaman

Sabtu, 28 Juli 2012

kelas baru, pragalas

Assalamu'alaykum... !!
ahahaha ! balik lagi.. sekedar mau share cerita aja sih, tentang kelasku yang baru XI-IPA 2. yang letaknya di lantai 2 di gedung SMA kuu tersayang. SMAN 13 JAKARTA. (?) dan lain - lain...

dimulai dari topik pertama (kelas baru)
kelasku yang baru ini.. sepinya minta ampuun... gatau yah, apa aku yang berasa asing apa gimana. tapi yang jelas sih, kayaknya ini kelas berisi orang - orang yang haus akan ambisi dan kemenangan --". kesan pertamaku saat melihat(?) kelas ini. eh bukan melihat, tapi masuk. "ini bekas kelas XI IPS 2 kan? kelasnya ka Taufik? wah.. pasti dingin nih, engga kaya kelas X7". "kelas ini.. isinya anak - anak pinter + gaul. --". ternyata oh ternyata sudah tebukti. kelas ini parah sekali -_-". dengan hal - hal yang mengikutinya :

1. Mayoritas anak X-4(tau doong?? kalo mayoritas apa yang terjadi???)
2. Oke, anak pinter dan anak gaul membentuk kelompok sendiri !(hadeeh.. kalo begitu aku harus kemana????? aku ga dua duanya!)
3. Egoisnya SUBHANALLAH ! (hanya mau berbagi dengan yang sejenis :'( )
4. kita semua saingan ! dan harus ada yang jatuh antara kau dan aku! (kayaknya ini deh prinsip mereka --")
5. KELOMPOKAN !(dan aku benci yang seperti itu) TT
dll....

aduh.. aku gatau bakalan jadi apa aku dikelas ini..(lemper? bakwan?tempe?tahu?) biarkan mengalir seiiring waktu. semoga semuanya bisa berubah. walau ada yang pernah berkata kepadaku bahwa "kenyamanan itu berasal dari diri sendiri. tentang bagaimana dan seperti apa kita menciptakan kenyamanan tersebut" HEY? AKU BUKAN KAMU. aku bukan kamu yang memiliki pendukung sebegitu banyaknya. dan kamu tiada pernah menjadi aku.

sayang sekali... kelas yang bagus tiada serupa orang - orangnya....
***
yang kedua, PRAGALAS
oke.. dimulai dari promosi ekskul.. ahahaha.. yang akhirnya berakhir dengan atraksi yang... (menurutku sih, lumayan lumayan :D bagus wkwkwkwkwk) tapi sayang... kaka kelas 12 yang hadir dari pertama cuma Ka Syifa dan ka Nadia :(








okeee foto fotonya udah :)

kemudian yang kedua.. adek kelas :)
huhuhu... kita baru dapet 2 adek kelas(yang FIX) pertama namanya Adi Nugroho Bramantyo dan Fadhil Muhammad Antra yaaah.. yang pertama itu adeknya ka Heru. ahahaha dua duanya koplak ! yang satu (malu malu) yang satunya(tidak tahu malu->>loh?) wkwkwkwk yang jelas dua duanya ade kelas yang baik ^^...

untuk pertemuan perdana kita kan sekalian Ifthor... itu kari Jumat tanggal 27 Juli 2012. itu alumni banyakkk sekaliii..... jadi udah kaya reuni Alumni aja. ahahaha tapi seneng kok... cuman ada yang kurang :( berikut fotonya, hasil jepretan Ai :





















nah ! itu pas WORKSHOP...
sekarangg....

p22 dan p23

bersambung........


Kamis, 12 Juli 2012

10 Muwashofat


1. Salimul Aqidah
Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang
harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim
akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang
kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan
ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah,
seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah
sebagaimana firman-Nya yang artinya: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam (QS 6:162).
Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat
penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah
Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah.
Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu
perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau
menyatakan: “shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat”. Dari
ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap
peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak
boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq.
Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia
merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim,
baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya.
Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di
dunia apalagi di akhirat.
Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia,
maka Rasulullah Saw ditutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri
telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan
oleh Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi.
Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi
muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki
daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara
optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji
merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik
yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk
perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang
muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada
pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu
yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai
seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk
yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah (HR. Muslim). 

5. Mutsaqqoful Fikri
Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka
bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: “pada keduanya
itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa
keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa
yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu
berpikir (QS 2:219).
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan,
kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang
muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa
kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan
pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan
intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:
“samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”,
sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran
(QS 39:9).

6. Mujahadatul Linafsihi.
Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatul linafsihi) merupakan
salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena
setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk.
Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk
amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala
seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.
Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus
diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang
artinya: Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7. Harishun Ala Waqtihi.
Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan
faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat
perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak
bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal
fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.
Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama
setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada
manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu
tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam
daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu
dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya
dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang
efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi
Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima
perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda
sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syuunihi.
Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi)
termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an
maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait
dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan
dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara
bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah
menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional,
sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat
perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban,
adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara
yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9. Qodirun Alal Kasbi. Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri(qodirun alal kasbi)
merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan
sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang
menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki
kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang
mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki
kemandirian dari segi ekonomi. Kareitu pribadi muslim tidaklah mesti
miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya
agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan
mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari
nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu
memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat
dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya
itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki
yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan
skill atau ketrampilan.

10. Nafi’un Lighoirihi.
Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan
sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja
manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya
merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai
seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak
mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir,
mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat
dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak
bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.
Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).

Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam
Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri
kita masing-masing.


Source : http://ustadchandra.wordpress.com/2009/12/27/10-muwashofat/

Sejarah Jamaah Tabligh


Jamaah Tabligh (“Kelompok [1] Penyampai”) (Bahasa Arabجماعة التبليغ , juga disebut Tabliq) adalah gerakan dakwah Islam dengan tujuan kembali ke ajaran Islam yang kaffah. Aktivitas mereka tidak hanya terbatas pada satu golongan Islam saja.[2], Tujuan utama dari gerakan ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jamaah Tabligh merupakan pergerakan non-politik terbesar di seluruh dunia.
  • Sejarah Tabligh

Jama’ah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi diIndia. Nama Jama’ah Tabligh hanyalah merupakan sebutan bagi mereka yang sering menyampaikan, sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama tetapi cukup Islam saja tidak ada yang lain. Bahkan Muhammad Ilyas mengatakan seandainya aku harus memberikan nama pada usaha ini maka akan aku beri nama “gerakan iman”. Ilham untuk mengabdikan hidupnya total hanya untuk Islam terjadi ketika Maulana Ilyas melangsungkan Ibadah Haji kedua-nya di Hijaz pada tahun1926.[3]Maulana Ilyas menyerukan slogannya, ‘Aye Musalmano! Musalman bano’ (dalam bahasa Urdu), yang artinya ‘Wahai umat muslim! Jadilah muslim yang kaffah (menunaikan semua rukun dan syari’ah seperti yang dicontohkan Rasulullah)’. Tabligh resminya bukan merupakan kelompok atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi muslim yang menjalankan agamanya, dan hanya satu-satunya gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya.
Dalam waktu kurang dari dua dekade, Jamaah Tabligh berhasil berjalan di Asia Selatan. Dengan dipimpin oleh Maulana Yusuf, putra Maulana Ilyas sebagai amir/pimpinan yang kedua, gerakan ini mulai mengembangkan aktivitasnya pada tahun 1946, dan dalam waktu 20 tahun, penyebarannya telah mencapai Asia Barat Daya dan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. Sekali terbentuk dalam suatu negara, Jamaah Tablih mulai membaur dengan masyarakat lokal. Meskipun negara barat pertama yang berhasil dijangkau Tabligh adalah Amerika Serikat, tapi fokus utama mereka adalah di Britania Raya, mengacu kepada populasi padat orang Asia Selatan disana yang tiba pada tahun 1960-an dan 1970-an.[2]
Jamaah ini mengklaim mereka tidak menerima donasi dana dari manapun untuk menjalankan aktivitasnya. Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya.
Tahun 1978, Liga Muslim Dunia mensubsidi pembangunan Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris, yang kemudian menjadi markas besar Jama’ah Tabligh di Eropa. Pimpinan mereka disebut Amir atau Zamidaar atau Zumindaar.
Ada yang mengatakan bahwa jamaah tabligh adalah penganut khurafat karna katanya kuburan maulana Ilyas di Nizamudin di tawafkan padahal di Nizamudin ada dua masjid yang pertama adalah masjid suatu kelompok yang di dalammya ada kuburan dan yang kedua adalah masjid yang didalamnya jangankan kuburan bahkan tulisan pun bersih dan telah dijadikan pusat penyebaran usaha da’wah Rasulullah Muhammad SAW yang sekarang telah menyebar ke seluruh dunia.
Usaha ini telah merubah banyak kalangan mulai dari orang miskin, kaya, pemulung, pejabat, polisi, tentara, bahkan preman dan pembunuh bayaran.

2. Pengikut dari kalangan selebritis
Banyak terdapat pengikut Tabligh dari kalangan orang-orang penting dan Ternama. Di Kalangan politisi, ada mantan Presiden PakistanRafiq Tarar, Menteri kepala Sindh Dr. Arbab Ghulam Rahim, mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, dan mantan Jendral PakistanJaved Nasir secara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Tabligh. Di kalangan olahragawan, ada Shahid Afridi, Saqlain Mushtaq, Mushtaq Ahmed, Mohammad Yousuf, Inzamam-ul-Haq dan Saeed Anwar. Penyanyi terkenal seperti Junaid Jamshed dan Abrar-ul-Haq juga aktif dalam gerakan dakwah revolusi Islam ini. Politisi Ijaz-ul-Haq (anak dari Jendral Zia-ul-Haq) have juga terlihat beberapa kali bersama Jamaah Tabligh.
Di Indonesia, Tabligh juga telah menyentuh hati Sakti, personil bandSheila on 7. Pada tahun 2006, dia telah keluar selama empat bulan ke Markas International Tabligh di NizzamudinNew Delhi, India. Dia telah berhenti bermusik, dan memilih menjalankan amalan amalan maqami dan amalan intiqali dengan sangat intensif.
  • Aktivitas Dakwah


pertemuan itima Tongi
Markas internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara juga mempunyai markas pusat nasional, dari markas pusat dibagi markas-markas regional/daerah yang dipimpin oleh seorang Shura. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang disebut Halaqah. Kegiatan di Halaqah adalah musyawarah mingguan, dan sebulan sekali mereka khuruj selama tiga hari. Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah, yang biasanya dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir. Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid tanpa seizin Amir khuruj. Tapi para karyawan diperbolehkan tetap bekerja, dan langsung mengikuti kegiatan sepulang kerja.
Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta’lim (membaca hadits atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid.
Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, namun biasanya hanya menangani khuruj dalam jangka waktu 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima’ (berkumpul), dimana dalam Ijtima’ akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan juga ta’lim wa ta’alum.
Setahun sekali, digelar Ijtima’ umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu umat muslim dari seluruh pelosok daerah. Bagi umat muslim yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka.
  •  Asas 6 Sifat

1. Yakin terhadap kalimat Thoyyibah Laa ilaaha ilallah Muhammadur rasulullah.
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusanAllah.
Laa ilaaha ilallah
Maksudnya: Mengeluarkan keyakinan pada makhluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah di dalam hati.
cara mendapatkannya:
dakwahkan pentingnya iman
latihan dengan membentuk halakah iman
berdoa kepada Allah agar diberi hakikat iman.
Muhammadar rasulullah
Maksudnya: Mengakui bahwa satu-satunya jalan hidup untuk mendapatkan kejayaan dunia dan akhirat hanya dengan mengikuti cara hidup Rasulullah s.a.w.
cara mendapatkannya:
dakwahkan pentingnya sunnah rasulullah
latihan dengan menghidupkan sunnah 1×24 jam setiap hari
berdoa kepada Allah agar dapat mengikuti sunnah rasulullah.

2. Shalat khusyu’ dan khudu’.
Artinya: Shalat dengan konsentrasi batin dan rendah diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rasulullah.
Maksudnya: Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah dalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.
cara mendapatkannya:
dakwahkan pentingnya sholat khusyu’ wal khudu’
latihan dengan memperbaiki zhahir dan bathinnya sholat mulai dari wudhu, ruku’, gerakan serta bacaan2 dalam sholat
berdoa kepada Allah agar diberi hakikat sholat khusyu’ dan khudu’.

3. Ilmu ma’adz dzikr
Ilmu
Artinya: Semua petunjuk yang datang dari Allah melalui Baginda Rasulullah.
Dzikir
Artinya: Mengingat Allah sebagaimana Agungnya Allah.
Maksudnya Ilmu ma’adz dzikr:
Melaksanakan perintah Allah dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan ke-Agungan Allah mengikuti cara Rasulullah.

4. Ikramul Muslimin
Artinya: Memuliakan sesama Muslim.
Maksudnya: Menunaikan kewajiban pada sesama muslim tanpa menuntut hak kita ditunaikannya.
cara mendapatkannya:
dakwahkan pentingnya ikramul muslimin
latihan dengan memberi salam kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal menghormati yang tua, menghargai yang sesama, menyayangi yang muda.
berdoa kepada Allah agar diberi hakikat ikrakul muslimin.

5. Tashihun Niyah
Artinya:
Membersihkan niat.
Maksudnya:
Membersihkan niat dalam beramal, semata-mata karena Allah.
cara mendapatkannya:
dakwahkan pentingnya tashihun niyah
latihan dengan mengoreksi niat sebelum, saat dan setelah beramal.
berdoa kepada Allah agar diberi hakikat tashihun niat.

6. Dakwah dan tabligh khuruj fii sabiilillah
Dakwah
Artinya: Mengajak
Tabligh
Artinya: Menyampaikan
Maksudnya:
Memperbaiki diri, yaitu menggunakan diri, harta, dan waktu seperti yang diperintahkan Allah.
Menghidupkan agama pada diri sendiri dan manusia di seluruh alam dengan menggunakan harta dan diri mereka.
cara mendapatkannya :
dakwahkan pentingnya da’wah wat tabligh.
latihan dengan keluar di jalan Allah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 hari setiap tahun dan 3 hari setiap bulan. kita tingkatkan pengorbanan dengan keluar 4 bulan setiap tahun, 10 hari setiap bulan dan 8 jam setiap hari.(ulama 1 tahun seumur hidup)

  • Referensi

M. Jawed Iqbal; Mufti Ebrahim Desai Inviting to Islam. (html) www.askimam.org. Diakses pada 14/06/2007
Howenstein, Nicholas Islamist Networks: The Case of Tablighi Jamaat. (html) Diakses pada 14 Juni 2007

  • Pranala luar



Minggu, 01 Juli 2012

Kak Fiki


 Kak Fiki
Dita Hyun Rin
“Lihat saja! Akan kutunjukan padamu bahwa yang kupikirkan itu bukanlah angin sesaat yang gampang berlalu begitu saja.” tuturku pada seorang gadis berseragam dan berkerudung yang kini berdiri dihadapanku seraya membawa alat menulis miliknya.
“Ah, aku tetap tak percaya. Lebih baik kamu itu berhenti berkhayal yang TIDAK PERLU ! kerjakan yang nyata! Yang kini berada dihadapanmu. Seperti pekerjaan itu !” balasnya seraya mengarahkan telunjuknya tepat dihadapan buku yang berada tepat dimejaku. Buku tugas milik temanku yang tengah kusalin.
“Ah! Capek ngomong sama orang yang ga punya daya imajinasi! Bilang saja ga mau ngasih liat kan? ngaku! Ini bukan bukumu tau!”sudutku.
“Ih! Apaan si? Kok malah meremehkan aku? Aku punya! Tapi aku bisa membedakan mana yang penting kukerjakan dan mana yang tidak!” Jawabnya ketus. Dengan wajah bersungut – sungut gadis itu berjalan meninggalkanaku yang tengah menatapnya sinis. “Dasar cewek bawel. Marah – marah terus kerjaannya.”keluhku sendiri.
***
Siang ini benar – benar mempesona. Sang surya tengah duduk di singgasana tertingginya di istana carawala. Angin terik yang menyapu wajahku. Seolah semakin membakar diriku yang tengah tersulut amarah. Peluhku berlinangan bak mata air ditengah kekeringan yang terjadi.

Kutata jam di dindig kamarku. Tepat pukul dua. Kuhempaskan tubuhku dikasur yang terdapat dikamarku. Sejenak kutatap langit – langit kamarku. Mendadak mood ku berubah! Membayangkan bagaimana bila langit – langit itu bisa terbuka? dan didalamnya aku punya laboratorium rahasia. Aku membuat berbagai penemuan. Menciptakan bom peledak yang luar biasa hebatnya. Pasti akan sangat keren. Dengan segera aku bangkit dari posisiku.  Kuraih kertas gambar  dan pensil yang berada di meja yang tak jauh dariku. Aku berjalan ketempat dimana aku biasa terpekur sendiri.  Disisi jendela kamarku. Kugambarkan segala yang terpikirkan olehku tadi.

“Keren kalau memang ada yang seperti ini!” gumamku sendiri. Namun, seketika mood ku kembali. Aku teringat pertengkaranku dengan Najwa di kelas tadi. Kulepaskan hasil gambarku dan kubiarkan kertas itu terjatuh entah kemana. Selepas pertengkaranku dengan Najwa, entah mengapa aku merasa sangat kesal. Lagi dan lagi ia menjelekkan apa yang kusuka? Siapa dia, mamaku? Menyebalkan. Bilang saja langsung kalau dia itu tak suka orang yang menyontek. Tapi aku kan tidak menyontek? Aku hanya melihat soalnya! Kemarin itu aku sakit. Apa dia tidak sadar?

“Ish! Mengesalkan!” Gerutuku. Aku berbalik untuk kembali kekamarku. Menyalakan Laptop milikku yang sedari tadi membisu sendiri diatas meja belajarku. Kutatap layar Laptop itu. Disana terpampang jelas tokoh animasi yang kusuka. ‘ASTRO BOY’ yang tengah membidikkan senjatanya. Wallpaper yang masih sama dari semenjak laptop ini diberikan kepadaku oleh almarhum kak Fiki. Masih tergambar jelas saat ia mengenalkan si ‘ASTRO BOY’ itu kepadaku. Kakak ku tersayang yang kini telah tenang di sisi-Nya.

“Kak Fiki….” Ucapku. Tanpa sadar air mataku mengalir. Kutundukkan kepalaku. Wajah Kak Fiki yang dulu selalu memberikan senyum tulusnya kepadaku semakin jelas. Senyum hangatnya yang mengenalkanku pada dunia ini. Kutegakkan kepalaku. Kutatap pigura yang berada disisi Laptop milikku. Seorang anak laki – laki tengah tersenyum bersama seorang pria berseragam SMA dan berkacamata di depan boneka serupa robot yang sangat besar. Tidak terasa sudah dua tahun kau pergi. Dan dua tahun sudah aku berhenti untuk berlatih membuat Animasi.

“Kak Fiki, kalau saja kecelakaan itu tidak pernah terjadi.” Sesalku. Kembali kutundukkan kepalaku. Dan aku pun tak menyadari kalau kini aku tengah terlelap sendiri.
***
“Fatih!! Fatih!!” Aku mendengar seseorang menyerukan namaku. Aku bangkit dari posisiku. Kutatap lekat orang yang tengah menyerukan namaku. Siapa dia? Kenapa dia seperti teman Astro boy ? aku menatap kesekitarku. Mataku membelalak. Ini seperti kelas di Anime Astro Boy?!
“Hei?? Fatih? Hari ini kita semua main kerumahmu ya! Kami ingin bertemu dengan Prof. Tenma!” Serunya.
“Hah?” ucapku. Itu bukannya pencipta Astro? Kutatap lekat diriku. Aku.. Aku Robot! Aku Astro Boy!
“Boleh tidak?” tanyanya meminta kepastian.
“Ten..Tentu saja boleh!” jawabku terbata – bata. Aku masih bingung dengan ini semua. Kenapa aku menjadi Astro Boy?
***
Kulayangkan pandanganku mengitari penjuru kota yang asing ini. Sebenarnya tidak. Karena aku sering melihatnya di Anime Astro boy. Tapi? Menjadi Astro? Hal yang tidak pernah terpikirkan olehku!
Saat  ini aku tengah berada di lantai atas gedung sekolahku. Seorang diri. terdiam, mencari tau apa yang terjadi.
“Hei Robot! Sedang apa kau? Merenungi nasib karena berbeda dengan kami? Hahahaha.” Tutur seseorang dari belakangku. Aku menoleh. Seorang murid perempuan tengah berjalan seraya menertawaiku.  Aku seperti tak asing dengan wajahnya. Najwa?
“Najwa?” panggilku.
“Apa?”  Ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearahkuseraya menjawab dengan ketus. Aku ingat! Dia ini salah satu teman Astro yang membenci robot! “Ah.. apa kabar?” tanyaku.
“Kau sudah gila. Berani menyapaku.” Balasnya lalu berlalu. Dia jahat sekali.
“Kalau aku ini benar Astro, pasti aku bisa terbang dong? Astro kan punya roket di kakinya.” Gumamku. Lalu kupraktekkan gerakan yang dilakukan Astro sebelum ia terbang dan…
WUSSHH!!
Aku terbang!
Aku berputar – putar diangkasa seraya tertawa lepas. Aku Astro!!!
Sesaat aku terdiam. Aku melihat sosok seseorang seperti Kak Fiki dibawah sana. Benarkah itu ia? Didekat gerbang sekolah. Aku tersenyum dan segera terbang ke arahnya. Kak Fiki! Kuharap itu benar dirimu!
“Kenapa jaraknya sangat jauh? Rasanya aku tidak terbang terlalu tinggi. Kenapa tidak sampai – sampai?” keluhku. Orang serupa kak Fiki itu berjalan pergi. Orang itu menoleh. Rasanya seperti melihat kearahku. Benar!! Itu kak Fatih! Ia tersenyum ke arahku seraya melambai. Tidak! Kak! Tunggu Aku!! Aku akan kesana! Tunggu Fatih!!!
***
“Tunggu Fatih Kak!!” seruku. Dan kemudian aku terbangun dari tidurku. Kudengar mama tengah mengetuk – ngetuk pintu kamarku seraya memanggil namaku. “Fatih!! Ada temanmu!”

“Iya Ma!” Jawabku. Kulihat jam dinding telah menunjukkan pukul lima sore. Rupanya aku tertidur cukup lama. Dan yang lebih gila, aku bermimpi menjadi Astro dan melihat Kak Fiki. Dengan segera kupanggil tombol shutdown untuk mematikan laptop dihadapanku. Dan kututup pigura yang dimana fotoku terpampang jelas bersama Kak Fiki. Mengingatnya membuatku sangat sedih. Tadi sepertinya ia benar mengucapkan salam perpisahan untukku. Aku berlalu keluar kamar.

Kulihat diruang tamu tengah berdiri seorang gadis berkerudung yang tengah tersenyum menatapku. Wajahnya tidak asing. “Najwa? Ada apa?” tanyaku.

“Ini. Buku tugas yang tadi mau kau salin. Maaf ya, kalau kata – kataku sedikit keterlaluan tadi di kelas. Aku hanya tidak suka dengan sifatmu yang malas itu. Setelah ku ingat – ingat, hari sebelumnya kau ga masuk kan? Maaf ya, telah menjelekan hobimu.” Tuturnya seraya memberikan buku kepadaku.

“Iya. Aku juga minta maaf telah meremehkanmu. Tidak usah. Aku sudah menyalin soal dari buku milik Ami tadi pagi. Aku bisa mengerjakannya sendiri kok. Makasih ya.” Terangku.

“Yaudah deh kalo gitu. Aku pulang dulu ya. Assalamualaykum.” Ucapnya lalu berbalik dan berjalan keluar lalu menutup pintu. Sesaat pintu terbuka kembali. Gadis itu tersenyum kepadaku. Dan berkata,

“Bye Fatih Astro!”

“HA?” ucapku sendiri. Jadi, mimpi tadi? Ia juga memimpikannya? Aku berlari mengejarnya. Gadis itu sudah pergi entah kemana. Cepat sekali ia berlari?

“Kak Fiki, mimpi ini membuatku sadar. Kalau kau.. sudah benar – benar pergi.” Ucapku. Lalu kembali masuk kedalam rumah. Mataku tertuju pada surat yang berada di meja ruang tamu itu. Sejak kapan? Aku membukanya, air mataku berlinang kembali.

Fatih… maaf tidak memberitahumu sebelumnya. Aku, Najwa sebenarnya telah mengenal Kak Fiki sebelumnya. Ia teman kakak ku. Ia selalu bercerita tentangmu dan mimpimu untuk menjadi seorang animator. Karena ia sadar akan kemamuanmu dalam membayangkan sesuatu. Maaf. Aku baru memberitahumu sekarang. Tolong, jangan hentikan impianmu itu. Kupikir Kakakmu itu akan sedih juga bila tahu, adiknya hancur karena dirinya. Ingat… Kak Fiki pergi, bukan berarti mimpimu akan pergi juga. Kuharap kamu sadar akan hal itu.
Najwa

TAMAT

################
maaf jelek banget yaaa =====emang======= TT

My Second Family ~ curhat ahahahahahaha

My Second Family
Dita Hyun Rin
Aku. Diriku. Tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Entah mengapa dan bagaimana bisa aku kehilangan diri dan jiwaku di sini. Di tempat dimana pertama aku memilih serta menjalani. Mungkin bisa dikatakan aku, diriku, seperti manusia bodoh yang dengan mudahnya mengikuti orang begitu saja. Sesal yang kuhadapi selanjutnya, rasanya seperti imbalan yang pantas kuterima.

Kekecewaan beruntun yang menyambutku. Teman – teman yang pergi meninggalkanku. Saling berikatan bersama kelompoknya masing – masing. Meninggalkan ragaku sendirian. Ah! Buat apa kuratapi lagi, dari awal aku memang sendiri bukan?

Bertahan untuk waktu yang selama ini. Menjalankan janji untuk setia bersama komitmen yang diucapkan. Tak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk waktu yang kurasa cukup, ini terlampau mengesalkan. Bertahan dalam diam. Mencoba tertawa sekenanya, hal itu membuatku lelah. Dan mencoba cara lain untuk beralih.

Di sebuah tempat yang lain. Di mana tempat yag dikenal sebagai tempat yang tersisih. Aku masuk kedalamnya. Seperti orang bodoh yang terlampau tak tau arti pentingnya pendirian. Aku masuk ke dalamnya. Mengikuti segala rutinitasnya, yang kurasa baru dan menyenangkan. Menemukan senyum yang baru, tertawa dalam ketulusan yang ada, menemukan arti apa itu keluarga, dan mencapai berbagai kesenangan yang sempat kupikir tiada mungkin akan kudapatkan. Dimana itu? di PRAMUKA GAYA TIGA BELAS. Keluargaku, sahabatku, senyumanku.

Bertemu dengan manusia – manusia baru yang menurutku cukup aneh. Membuka tangan untuk menyambutku dengan hangat. Menerima hatiku yang kecewa di sisi lain. Tersenyum, Tertawa. Hal yang tak kuterima sebelumnya. Dan disini aku menemukannya. Bersama manusia – manusia yang baru kutemui. Dengan pribadi serta rupa yang berbeda. Dan entah mengapa hal itu membuatku merasa nyaman berada dalam lingkungan ini. Bersama manusia – manusia ini. Membuatku merasa disayangi. Hehe.

Ka Bakro. Orang ini, entah kenapa aku mellihat sosok ‘ayah’ darinya. Mungkin karena wajahnya sedikit menyerupai ayahku sendiri. Orang ini, tingkahnya yang tiada dapat diterka, apa yang diucapkannya memberikan pengaruh yang tidak terduga. Sedikit licik, namun baik. Itulah yang kusimpulkan darinya.

Kak Chandra Hermawan. Orang ini seperti memiliki kepribadian yang berbeda – beda. Terkadang dia terlihat sangat menyebalkan. Namun, terkadang pula terlihat sangat kasihan. Sejujurnya, aku sendiri melihat jiwa kesepian pada orang ini. Sifatnya yang selalu dibuat – buat, perilakunya yang aneh namun luar biasa, semakin memperkuat persepsiku akan orang ini. Pertama kali aku melihat orang ini, aku seperti melihat kepala sekolah SMP ku yang menceramahiku selama dua jam tanpa henti.

Haha.. itulah dua orang alumni yang paling sering kulihat. Yang mungkin lebih lama bersamaku dibanding yang lain. Bukan aku membandingkan. Namun, inilah yang kusaksikan. Dari kacamata awamku yang tidak melihat dari awal.

Kak Fajar Syahreza. Orang ini, sejujurnya aku tak membencinya sejak awal pertama. Dia baik, ramah, namun lama kelamaan semakin menakutkan. Dan tentunya menyebalkan. Ketika karakter aslinya terbuka, semakin menambah kekesalanku padanya. Pelupa, tidak mau disalahkan, melampiaskan kekesalan pada orang yang dibawah tingkatannya, berucap seenaknya, menghina orang tanpa berfikir. Ya…, walau dirimu ‘senior’ bukan berarti bisa menindas kami sesuka hatimu bukan? Sebenarnya dia baik. Tapi kelakuannya seperti membunuh budi baiknya. Yang dapat kusimpulkan dari orang ini “dia menyebalkan”.

Yah.. itulah yang dapat kulihat dari kakak kelas tiga. Kenapa hanya kak fajar? Karena sesungguhnya dial ah yang paling sering kusaksikan secara langsung. Sekali lagi kuterangkan. Kaca mata awamku yang tidak berjalan dari awal. Hehe. Oke lanjut,

Kak Dicky. Kakak DA yang pertama kali kukenal. Ramah, jayus, baik, itulah yang dapat kusimpulkan darinya. Dia kakak kelas sebelas yang selalu menyapaku setiap kali bertemu. Menyapa dengan ceria walau terlihat aneh. Haha. Walau sedikit ngambekan tapi tetap berkesan dimataku. Kak, saya dan angkatan saya mohon jangan tinggalkan kami sendiri. Berjuang sendiri sungguh melelahkan. Saya dan yang lain menyayangi kakak. Maka itu kami mohon jangan menjauh.

Kak Dina. Kakak DA pacarnya kak Dicky. Sama baiknya. Dan hampir sama sifatnya ! hehe. Dia ini care banget. Hal inilah yang membuatku menyayanginya. Membuatku melihat sosok kakak perempuan darinya. Kak Dina, tetap bersama kami ya kak. Kami semua sayang kakak.

Kak Taufik. Kakak yang paling kusayangi. Ahaha, lebay ya? Tapi iya. Berawal dari kerjaannya orang ini yang melihat – lihat catatan facebook ku. Tiba – tiba chat. Dan selanjutnya, memegang rahasiaku. Awalnya, aku sedikit merasa kesal dengannya. Bukan karena apa, kesal saja. Tapi, ketika WLS(Wisata Liburan Sekolah) disaat aku harus pergi oleh karena sesuatu yang mendadak. Ucapannya membuatku melihat seperti apa dirinya yang sesungguhnya. Orang yang baik, namun terlihat kasar. Jiwa yang lembut namun terpaksa acuh. Itulaah yang kulihat. Pribadi yang menyenangkan namun terlihat membosankan. Dari beberapa acara yang ada, yang sungguh membuatku merasa menyayanginya ialah ketika Bantara Susulan dan Acara di Cibodas. Entah mengapa. Aku melihat dia sebagai sosok kakak laki – lakiku yang sesungguhnya. Meledekku, menjagaku, Haha. Aku memang terobsesi memiliki kakak. Lelah untuk berdiri sendiri dan menjadi dewasa. Biarlah, dia menganggapku atau tidak. Yang terpenting aku sangat menyayanginya. Hehe. Namun, dirinya yang kini berada dirumah yang berbeda. Membuat aku dan yang lain merasa sepi. Dialah yang paling memerhatikan kami. Pesan dari ku sendiri, kak tetap jadi ‘kakak’ dita ya. Hehehe. Dan juga ‘kakak’ anak PRAGALAS yang lain. Kami semua menyayangimu.

Kak Arfai. Kakak yang ‘aneh’ menurutku. Yang lain mungkin saja berpendapat hal yang sama. perilaku anehnya justru membuat kesan’cool’ di dirinya. Entah mengapa. Seperti tokoh komik di manga “Kin Iro No CordaKeiichi Shimizu aneh, tapi keren. Pribadinya yang seperti memiliki dunia sendiri(menurutku) susah untuk ditebak. Walau dia tak mengakui kami sebagai adiknya. Kami hanya ingin dia tau. Bahwa kami sangat menyayanginya. Maka itu,tolong jangan acuh terhadap kami.

Kak Sheby. Kakak yang aneh pula. Senang melakukan hal yang tidak biasa dilakukan. Pribadinya sejujurnya membuatku penasaran. Dia orang yang baik namun terlihat jahat. Sehingga orang memberikan label”jahat” kepadanya. Dan dia senang akan hal itu? hidupnya seperti tanpa beban. Bebas, lepas, bahagia. Seperti bulu yang melayang diudara. Aku iri pada kakakku yang satu ini. Dia selalu membuat orang yang ada didekatnya bahagia dengan tertawa. Memberikan kesan yang tidak terlupakan darinya. Haha. Saya dan angkatan saya menyayangi kakak. Sangat sayang. Untuk waktu yang kakak habiskan untuk kami. Begitu berarti untuk kami. Kak, mohon jangan pergi. Sesungguhnya kami butuh kehadiran kakak. Jangan menjauh. Membuat kami merasa kehilangan.

Kak Rhavy. Kakak ini, keren sekali. Dia baik. Sangat baik. Yang tiada pernah aku lupakan, ketika ia mengajariku “kimia” aku merasa sangat mengerti! Dan membuat persepsi, kakak ini sangat baik dan murah hati. Namun, semakin lama. Entah mengapa aku tiada melihat kakak? Kakak kemana? Dimana sosok kakak yang peduli itu? kemudian kakak muncul dengan sosok yang lain disuatu kesempatan. Bukan aku menyalahkan keadaan. Hanya, salahkan bila adik menginginkan sedikit kepedulian? Saya dan angkatan saya merindukan sosok ka Rhavy yang dulu. Yang paling semangat membantu adik – adiknya, yang hangat dan terbuka. Kak saya dan angkatan saya menyayangi kakak. Maka itu jangan menjauh kak.

Sekiranya, hanya ini yang dapat kutulis dari kakak kakak Dewan Ambalan. Bukan aku tak menganggap yang lain. Sekali lagi ku terangkan. Aku melihat dari kaca mata awamku yang tiada berjalan dari awal. Inilah yang kutulis, inilah yang kusaksikan.

Nadya. Teman satu kelasku, teman yang menjerumuskanku ke dalam oraganisasi ini. Aku berterima kasih padanya. Dia membuatku masuk kesini. Mengenal kebahagiaan dan kenyamanan yang tiada aku temukan. Dia orang yang berpendirian teguh. Serta berhati keras. Sosok kakak yang baik. Kuat, tidak mudah menangis dan jatuh. Hal itulah yang membuatku nyaman dengannya. Sifatnya yang tiada bisa diterka. Jalan pikirannya yang entah kemana. Membuatku semakin penasaran dengannya.

Dea. Orang yang membuatku hampir keluar serta tetap bertahan di sini. Orang yang sangat “care” walau sedikit menyebalkan terkadang. Tetapi, semua itu tertutupi oleh sikapnya yang dapat dengan mudah menyayangi orang lain. Menganggapku seperti sosok adiknya. Hahaha. Membuatku melihat sisi lain dari dirinya. Pemikirannya yang dewasa. Membuatku kagum padanya.

Probo. Orang yang ramah dan terbuka. Pendengar yang baik, walau sedikit ‘ngambekan’ ciri melankolis. Untuk beberapa kesempatan yang kulewatkan dengannya, aku melihat pemikirannya yang dewasa. Jauh daripada aku. Namun, tidak dibarengi dengan perilakunya yang tidak seharusnya. Sesaat dia bisa menjadi orang yang diandalkan, sesaat kemudian menjadi pribadi yang menyenangkan. Dirinya itu sangat unik. Sering mengingatkan aku laksana seorang kakak yang baik. Sering memanggilku”penulis” hahaha. Aku merindukan sosoknya yang hangat seperti itu. kemana dirimu saat ini? Kami tiada melupakanmu. Ayolah.. kami butuh dirimu. Jangan pergi. Kita keluarga bukan?? Kembalilah. Jangan bersembunyi terlalu lama. Kami sangat menyayangimu.

Della. Orang yang selalu hebat dimataku. Pengalamannya sungguh luar biasa. Sangat berbanding terbalik dengan aku yang seperti ini saja. Orang yang ternyata teman sekolah dasarku serta pernah satu kelas. Hahahaha. Kumohon, tetap peduli ya. Tetap ada disini. Kita keluarga kan?

Lintang. Orang yang unik. Dia selalu terlihat bahagia. Selalu bersinar seperti bunga matahari. Menurutku. Tidak pernah berpikir akan sesuatu yang aneh. Sangat keren! Walau terkadang dia seperti yang paling jauh denganku.

Anis. Orang terhebat yang pernah kutemui. Aku mengakuinya bukan sebagai sosok ‘kakak’ entah mengapa. Tidak pernah bisa. Dia hebat, tapi untuk dewasa. Menurutku dia tidak dewasa. Menangis ketika kelaparan atau kesakitan. Hahaha. Seolah memudarkan pesonanya ketika memiliki peran. Terkadang aku iri padanya. Dunianya begitu bebas. Bisa memilih apa yang dia inginkan. Bisa terlepas dari ikatan ini. Memiliki pendukung yang tiada terkira. Berbanding jauh denganku. Namun, aku tidak menginginkan menjadi sepertimu. Aku, ya hanya seorang Dita. Gadis biasa yang berpikiran sederhana. Tidak terlampau tinggi sepertimu. Hehe.

Ai. Sesungguhnya aku bingung ingin menulis apa tentang dia. Perannya yang hanya sementara, membuatku ragu padanya. Komitmennya yang tiada terjaga, membuatku kecewa padanya. Keegoisannya yang besar serta rasa tidak mau untuk berkorban setidaknya cukup menyakinkanku bahwa baginya oraganisasi ini bukanlah apa – apa. Sejujurnya aku bingung.

Sepertinya ini akhir dari tulisanku. Aku bukan orang yang pandai merangkai kata menjadi kalimat. Ataupun merangkai makna menjadi kata. Aku hanya gadis biasa yang hanya bisa berbicara melalui tulisannya. Berkata melalui apa yang ia torehkan. Dan sesungguhnya itulah ungkap terjujur dari dirinya. Dan seperti yang selalu kusebutkan. Tulisan ini kubuat berdasarkan kacamata awamku yang tidak berjalan dari awal. Maka itu kumohon maafkan aku bilamana kurang berkenan. Sekali lagi aku hanya menuliskan apa yang aku rasakan.
Dan orang – orang yang tiada kusebutkan disini. Bukan berarti aku membenci kalian. Aku hanya kurang mengenal kalian. Aku ini tidak berjalan dari awal. Maka itu kumohon maafkan aku. Datang di saat yang tidak tepat.

Dita selalu menyayangi kalian semua…..

PRAMUKA GAYA TIGA BELAS. My Second Family.
***
Selesai deh… heheheheheh

どうして…君を好きになってしまったんだろう? (Why Did I Fallin Love With You?)


Why Did I Fallin Love With You?
(どうしてきになってしまったんだろう?)
Author : @DitaHyunRin
Genre : SongFic
Length : OneShoot
Rating : G
Cast :
-Park Hyun Rin as Nishizaki Aya
-Cho Kyu Hyun as Yamashita Kaito
-Jung Yong Hwa as Matsumoto Keinichi
-Other Cast
Fanfict ini berdasarkan MV “Doushite Kimi Wo Tsuki ni natte Shimattandarou” TVXQ. Namun, ada sedikit perubahan cerita.  Hehehe. (tapi mirip mirip lah sama kisah ane sama seseorang di kelas samping wc cewek itu)
Disarankan saat membaca sambil dengerin lagunyaa. Biar nge-feel aja gitu ^^v hehe. Maaf banyak typo~
Happy Reading ^^v
Kaito POV
Malam ini, langit terasa berbeda. Gelap menyeruak dan bintang tiada nampak walau satu pun. Kabut yang tebal namun tiada terlihat. Menjadi pertanda bahwa kegelapan malam ini benar – benar sangat.
Dingin menelisik ke dalam sekujur tubuhku. Ku eratkan baju hangatku untuk mencoba melawan rasa yang menusuk ini. Membekukan tulang – tulangku yang tiada berbentuk ini. Namun, mengapa hatiku terasa gamang?
Kutatap wajah jalanan. Dari atas apartemen tempat ku bersemayam saat ini. Gemerlap lampu Ibukota mewarnai kegelapan ini. Merah, kuning, dan beratus warna lainnya. Ditambah deru pasukan Ibukota yang seolah tiada matinya berlalu lalang. Kumainkan jari jemariku. Menghitung tiap satuan si pasukan jalanan itu. Namun, kegamanganku belum juga sirna. Masih membekas dan tinggal. Entah? Bila kau tanyakan pun aku tak tahu mengapa. Apa ini firasat? Bukan… semoga.
Kurasakan getaran ponsel dari sakuku. Sepertinya ada pesan masuk,
To        : Kaito-san
From    : Aya-chan
Temui aku di tempat biasa…..
Ada yang mau aku bicarakan denganmu..
Aya? Ada apa? tidak biasanya dia mengajakku bertemu malam – malam begini? Apa ada sesuatu yang tidak baik dengannya? Atau dia merindukan aku?haha.
To        : Aya-chan
From    : Kaito-san
Ada apa? Ada sesuatu yang terjadi padamu? L
Aku akan kesana secepatnya. Tunggu aku ya!!..^^
Dan kemudian kutekan tombol ‘send’ dan kupercepat langkahku untuk bergegas menemuinya.
“Aya-chan! Tunggu aku!” Gumamku sendiri. Membayangkan wajah cerianya menyambutku tentu akan sangat menyenangkan.
***
Kulayangkan pandanganku kearah gemerlap lampu kota yang nampak berkelap – kelip dalam kegelapan malam. Dari sini, dari atas jembatan layang yang menggantung diujung badan sungai. Semua terlihat mengagumkan. Walau dibalik badanku berlalu lalang si tokoh jalanan. Tidak salah, tempat ini menjadi tempat favoritku. Serta tempat pertama kali hatiku terpaut dengan sesosok gadis yang sampai kini tinggal disisiku.
=Flashback=
“Aaa!!!” Jeritku memakan keheningan malam.
Bagaimana tidak? Saat ini sudah tengah malam. Seluruh penghuni jalanan mungkin sudah tersimpan baik di tempat – tempat yang aman. Bersama si empunya. Paling – paling yang masih tetap tinggal ialah gemerlap lampu yang membisu itu. Yang walau kuteriakan hingga pita suaraku terlepas pun, cahaya warna – warni itu tidak akan membalas walau satu kata sekalipun padaku.
Kuberitahu, hari ini sangat menyebalkan! Untuk yang ke ratusan kalinya aku melakukan hal bodoh yang menindas diriku sendiri. Aku disuruh mengerjakan tugas teman – teman, dan aku sama sekali tidak punya keberanian untuk menolak. Bodoh!! bodoh!!
Meskipun hal tersebut bukan hal yang rumit untukku. Karena, aku mendapatkan poin tertinggi di mata pelajaran itu. Tapi tetap saja! Kenapa aku dan otakku selalu mau untuk ditindas. Padahal, hatiku jelas menolak penindasan itu.
“Aaa!! Bodoh!!kau Mr. Kaito!!!” Jeritku kembali. Tepat sekali, ditempat ini tidak terlihat satupun jiwa manusia yang hidup. Oleh karena itu, pastinya tidak akan ada yang mungkin mendengarkan rutukanku sekarang. Apalagi teman – teman yang menindasku. Mereka tidak akan mungkin ada atau muncul disini.
“Kesal!!” dengan cepat kuambil batu kerikil yang tidak jauh dari tempat dimana kuberpijak sekarang. Dan kulemparkan ke sungai dibawah jalanan jembatan layang tempatku saat ini.
PLUK!!!
Bunyi riakan air yang ditimbulkan oleh lemparanku terdengar menyentakkanku. Sedikit membuat kacamataku bercorak basah oleh rintikan kecil cipratan air.
“HEI!!!!” seru seseorang.
“Hah?! Siapa itu??” aku tersentak. Mataku menelisik kesekitarku. Mencari asal suara itu.
“Ya!!! Mr. Tidak Sopan!!!” seru suara itu kembali.  Aaa!! Itu suara dari mana? Masa iya hantu memanggil – manggil namaku? Jembatan ini memang punya legenda menyeramkan. Tapi masa iya? Hantu penunggunya memarahiku?aduh!
“Aku dibawah bodoh!!”  serunya kembali. Aku melihat kebawah jembatan. Tepatnya ditepian sungai yang berada dibawah jembatan ini. Sepertinya ada sesosok manusia yang tengah berdiri? Segera kulepas kacamata yang memayungi mataku. Dan kubersihkan dari corak rintikan air yang mengenainya. Agar pengelihatanku bisa lebih jelas.
“Apakah kau manusia???!” Tanyaku takut – takut. Jangan sampai kalau aku berurusan dengan bangsa yang selain manusia. hii… dengan segera kupejamkan mataku. Dan kucubit pipiku dua kali. Siapa tau ini hanya mimpi.
“AW!!” Jeritku.
“HEH?!” Seru seseorang di sebelahku. Aku membuka mata. Kini dihadapanku sudah nampak seorang gadis yang terbalut baju yang kuyup. menatap tajam kearahku. Segara kulihat kakinya.
“Huft…Syukurlah, kau manusia…” Ucapku.
PLETAK!!
Ia menjitak kepalaku. Aduh,,, sakit. Galak sekali gadis ini.
“HEI!! MR. TIDAK SOPAN!! SETELAH KAU MEMBUAT BAJUKU BASAH KUYUP BEGINI KAU MASIH MENGATAIKU BUKAN MANUSIA??!!” Jeritnya. Aku menutup telingaku. Suaranya melenking sekali. Ini jangan – jangan benar dia bukan manusia?
“Iya.. Iya. Maaf. Maaf. Aku engga tau kalo ada kamu dibawah. Maaf. Maaf.” Ucapku perlahan. Takut suara melengking itu akan keluar lagi. Rasanya seperti Bom Hiroshima dan Nagasaki yang akan meledakan telingaku.
“Begitu dong! Dari tadi. Pake ngatain aku makhluk halus lagi.” Jawabnya.
“I…Iya..” Jawabku terbata – bata. Aku masih ragu, dia ini manusia atau bukan.
TUK..TUK..TUK..
Kucolek tangannya perlahan. Memastikan bahwa ia benar – benar manusia.
“Yaaa!!! Kau!” Jeritnya. Kali ini dengan volume yang cukup membuatku terpental jatuh. Bukan berlebihan. Tapi memang suara gadis ini. Mungkin masuk dalam kategori bunyi Ultrasonik ya.
“Iya. Iya maaf. A..aku hanya memastikan saja kok. Lagian kamu ngapain malam – malam dibawah jembatan? Bertapa?” Tanyaku polos.
“Kau sudah sinting ya? Ngapain coba bertapa di bawah jembatan. Aku mencari sapu tanganku yang hilang.” Jelasnya. Apa? Hanya sapu tangan?? Untuk resiko besar yang ia hadapi? Sudah gila apa dia? Dia yang gila, mengataiku sinting.
“Hanya untuk sehelai sapu tangan? Untuk resiko sebesar ini?” Tanyaku berterus terang. Aku tak habis pikir. Ia nekat sekali.
“Iya. Tapi bukan sapu tangan biasa. Itu sapu tangan peninggalan mamaku.” Jelasnya. Kemudian ia tersenyum ramah padaku. Gadis ini bisa tersenyum juga rupanya?
“Memang mama mu kemana?” Tanyaku polos.
“Sudah tenang di surga. Hehe.” Jawabnya seraya tertawa kecil. Angin dingin menerpa wajahku. Tentunya menerpa wajah gadis itu juga. Tak bisa kubayangkan seberapa dinginnya ia saat ini. Maaf. Bukan maksudku mengungkit masalahnya.
“Maafkan aku… ya..” Ucapku penuh rasa bersalah. Segera kulepas baju hangat yang kukenakan. Dan kuserahkan padanya.
“Pakai ini. Aku akan membantumu mencarinya.” Tuturku. Ia hanya tersenyum. Baru kusadari, itu senyum tertulus yang pernah kuterima.
“Oh iya, namaku Kaito.” Tambahku.
“Aya. Nishizaki Aya.” Lanjutnya
=FLASHBACK END=
“Ah, Aya-chan.. tidak terasa sudah tahun ke lima dari waktu itu. Membayangkan wajahmu saat pertama, membuatku semakin merindukanmu.” Gumamku sendiri. Seraya menatap kebawah jembatan. Tempat dimana Aya meneriakiku untuk pertama kali. Haha. Nostalgia masa lalu.
“Kaito…” Tegur seseorang dari sebelahku. Aku menoleh, ternyata dia yang kutunggu – tunggu.
“Akhirnya kau datang juga!” seruku gembira. Ia hanya menatapku datar, tanpa ekspressi. Apakah ada sesuatu yang buruk?
“Aya-chan.. ada apa denganmu? Apa kau sakit? Beritahu aku apa yang menganggumu..” Ucapku. Tanganku menggenggam kedua pundaknya. Ia masih dalam kebisuannya. Menunduk tanpa alasan.
Aku memeluknya…
“Tolong.. jangan diam seperti ini. Kumohon bicaralah!” ia melepaskan pelukanku. Menatapku nanar. Ada apa ini?
“Aya-chan, ada apa?!” seru ku.
“Kaito-san.. maafkan aku.” Ucapnya tiba – tiba. Hah? Maaf? Untuk apa??
“Kenapa? Kenapa kau minta maaf?” tanyaku.
“Dua hari lagi aku akan menikah. Aku mohon, lepaskan aku.” Ucapnya. Seketika mulutku terkunci. Apa ini?
“A.. APA?” tanyaku tidak percaya. “Tentunya kau bercanda bukan?haha. Aya-chaan ini tidak lucu. Sama sekali tidak lucu.” Lanjutku.
“Aku serius. Aku minta hubungan kita berakhir sampai disini saja. Tolong lepaskan aku.” Jelasnya.
“Tapi kenapa??? Kenapa tiba – tiba begini?! Aya–chan! Jelaskan padaku semuanya!! Kenapa kau berlaku secara sepihak begini!!” Erangku tidak percaya. Ini apa? Kenapa begini?
“Aku akan menikah dengan Keinichi. Sudah dua tahun ini aku kembali menjalani hubungan dengannya. Maaf Kaito-san, Maaf. Dia cinta pertamaku. Jujur, kuakui aku masih sangat mencintainya. Makanya, ketika ia menyatakan masih menyukaiku. Aku.. aku menerimanya.” Jelasnya.
Aku membisu. Jadi… selama ini ia menjalani hubungan dibelakangku? Saat aku sedang melanjutkan study ku diluar kota ini? Tapi kenapa? Kenapa harus dengan Keinichi?
“Oh iya, ini undangan pernikahan kami. Kalau sempat dan kalau tidak keberatan. Aku mohon kamu datang ya.” Ucapnya. Ia memberiku sebuah Amplop berwarna putih. Bertuliskan “Keinichi dan Aya”. Memberiku yang masih membisu mendengar kenyataan yang terpampang jelas dihadapanku.
“Aku pulang dulu, sudah malam. Sebaiknya kau juga pulang. Udara sangat dingin. Jaga dirimu.” Tuturnya. Lalu berlalu meninggalkan aku yang masih berdiri tanpa kejelasan.
BRUK!!
Pertahananku runtuh seketika. Apa ini? “dia” yang kutunggu. Dia yang selalu kulihat. Ternyata, menghianatiku secara sepihak??? Kenapa??
“Kamu….. kenapa harus dengan Keinichi…? Si sempurna itu..”
***

(belum selesai ~~~)