Halaman

Jumat, 22 Juli 2011

Mencari Sebuah Arti(10)


Waktu tak terasa selalu berjalan. Menghabiskan hari yang penuh dengan kesibukan. Tak terasa, sudah seminggu Yuuki di sini. Namun, ia masih belum dapat menjawab pertanyaan Ka Fatimah. Dan Ka Fatimah tak pernah meminta Yuuki untuk memberikan jawaban dengan cepat dari hal yang ia tanyakan itu.
            Pagi ini, cerah sekali. Tepatnya hari minggu di mana materi di liburkan. Sketsa pagi yang indah tergambar di langit. Ini hari bahagia. Serentakan tawa riuh terdengar dari seluruh penjuru Pesantren.
            “Nisha…,jadi kan kita mau ke perpus?” Tanya Nilam.
            “Jadi…,koq. Sekalian aku mau mencari sesuatu bacaan.”
            “Kamu berminat baca? Buku apa?”
            “Buku tentang sejarah nabi. Aku sedang ingin membacanya.”
            “ada angin apa nih?”
            “angin sepoi – sepoi. Udah ayo.”
            “sebentar…,kita harus menunggu Mai sama Tika dulu.”
            “Memang mereka kemana?”
            “tau deh…,mereka si dari tadi di panggil ke ruang guru.”
            “mereka membuat kelakuan apa?”
            “kurang tau deh…mungkin sebentar lagi kembali. Tadi si Mai SMS katanya dia mau ke perpus juga.”
            “oh…,ya sudah. Tungguin deh.”
            Lama waktu semakin terasa. Yuuki mengambil hand phone dari kantong baju muslimnya, ia melihat ada lima pesan masuk. Lalu ia membukanya,
            From   : Fuad Zul..
            To        : Yuuki_Nisha
            Hei…! Gimana nih kabar temanku ini?
            Yuuki membuka yang kedua, ternyata dari Lian sahabatnya,
            From   : Liaan
            To        : Yuuki_Nisha
            Ass…
            Gimana pesantren? Ga buruk – buruk amat kan?
            Yang ketiga pun ia buka,
            From   : Kiana sii Zul
            To        : Yuuki_Nisha
            Hallo…hallo…Gimana kbr????
            Yang keempat ia buka ternyata dari nomor asing,
            From   : +62856771233
            To        : Yuuki_Nisha
            Hallo bebek…
            Yuuki penasaran, namun ia memutuskan untuk melihat pesan ke lima, kali ini nomor asing pula. Namun berbeda dari yang tadi,
            From   :+62813456211
            To        : Yuuki_Nisha
            Ass…
Nisha…,ini nomor baru Ummi…
            Gimana kabar di sana? Ummi yakin kamu pasti betah, Ummi harap akan ada suatu perubahan dari sikapmu setelah selesi liburan nanti.
            Yuuki pun menyimpan nomor baru Umminya, lalu ia mengetik SMS balasan,
           
To        : Fuad Zul,Liian,Kiana sii Zul
From   : Yuuki_Nisha
            TOO BAD..
            Kata yang singkat namun bermakna, ia pun mengetik kembali.
To        : Ummi baru
From   : Yuuki_Nisha
Ya…Ummi.
Ia pun memblas nomor asing itu,
To        : +62856771233
From   : Yuuki_Nisha
Siapa kau?
            Setelah membalasnya, Mai dan Tika yang sedari tadi ditunggunya pun datang juga. Wajah mereka keelihatan senang sekali. Hal ini menjadikan pertanyyan di dalam hati Yuuki. Kenapa nih orang? Dateng – dateng tawa?
            “kenapa kalian?” Yuuki bertanya dengan nada keheranan.
            “ Iya…,dateng – dateng tawa ga jelas gitu?” Sambung Nilam.
            “Eh…,kalian tahu kabar apa yang baru kami dapat?” Timpal Tika kemudian.
            “Ya…,enggak lah. Kau kan baru datang mana mungkin kami tahu?” Tambah Yuuki.
            “he…,he…,he…, kakakku di minta untuk mengisi sedikit ceramah untuk saat penutupan nanti lho?” Ujar Tika dengan bangganya.
            “wess…,hebat lho. Mai, ternyata bakatmu benar – benar menjadi ustadzah!” Seru Yuuki.
            “iya lho…,Mai kau hebat! Tapi ngomong – ngomong…” Timpal Nilam.
            “Apa?” Tanya meledak dari mulut ketiganya.
            “apa hubungannya denganmu Tika?” Nilam melanjutkan perkataanya.
            “Oh…, kalian belum ku kasih tau ya?”
            “orang kamu dari tadi membanggakan kakakmu saja.” Sambung Yuuki.
            “he…,he…,he…,maklum…,maklum. Aku terpilih juga…,untuk jadi pengisi acara penutupan.”
            “apa?” Tambah Yuuki kembali.
            “Itu lho…,Story telling tentang kisah nabi dan rasul.
            “wess…,hebat amat kau! Memang bisa?” Timpal Yuuki yang disambung oleh Nilam,
            “Bisa?”
            “jangan salah…,adikku ini jago lho Bahasa Inggris lho…” Timpal Mai kemudian.
            “wah…Nilam…” Yuuki melihat kearah Nilam.
            “ck..ck..ck..ck..” Sambung Nilam seraya menggelengkan kepala.
            “kenapa?” Mai dan Tika menjadi bingung.
            “Kita terjebak diantara Kisah kakak beradik ni…” Sambung Yuuki.
            “betul…betul…betul…”
            “kayak upin ipin…” Sindir Tika.
            “ha..ha..ha…udah…udah. jadi ga nih kita ke perpus?” Lerai Mai.
            “Jadi…,jadi…oke..oke…” Sambung Nilam.
            “ayo..dah kita cepat berangkat.” Sahut Yuuki.
            Mreka berempat berjalan bersama menuju perpustakaan. Langit yang cerah cemerlang, hawa yang sepoi – sepoi. Menenangkan hati siapapun. Langkah kaki mereka terus sja berderit. Hingga sampailah mereka di sebuah bangunan besar yang dinamakan Perpustakaan. Mereka pun memasukinya, di muka perpustakaan sepi sekali. Mereka pun masuk ke ruang tengah perpustakaan. Ada satu orang yang menjadi penjaga perpustakaan bernama Bu Mifta dan beberapa anak yang masih tenggelam dalam fantasy bacaannya.
*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar