Halaman

Jumat, 22 Juli 2011

Mencari Sebuah Arti(12)


            Tak terasa, hari di pesantren tinggal tiga hari lagi. Kesibukan seperti biasa, namun kali ini, langit mendung menggantung dilangit. Cahaya mentari hanya setitik. Seluruh santri telah berada di ruang kelas. Namun ada yang berbeda,
            Yuuki masih terus tenggelam dalam buku – bukunya. Ia mulai tertarik dengan segala apapun tentang islam. Kini ia mulai mengerti, islam itu sungguh agama yang paling baik. Kini ia mulai bangga dengan para nabi dan rasul islam. Kisah – kisah mereka telah ia hafalkan. Segala tentang ilmu hukum Islam, ilmu aqidah, dan lainnya. Ia baca dan ia pelajari. Hal itu sangat menarik baginya.
            Bel kelas berbunyi, Teng…Teng…Teng..!!. Yuuki menutup buku yang ia baca. Tebal sakali, pada Covernya bertuliskan, “Perang Uhud” salah satu dari buku kumpulan perang perjuangan Islam. Ka Fatimah memasuki kelas,
            “Assalamualaikum!” Sapanya ramah.
            “Waalaikum salam kakak!!” Jawab para santri serempak.
            “sebentar lagi kita akan berpisah bukan?”
            “Iya…,kak.” Jawab para Santri serempak.
            “baiklah…,materi kakak hari ini adalah, “ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN”.”
            Seluruh kelas hening. Ka Fatimah lalu menulis di papan tulis judul materinya, ia pun bertanya,
            “adakah yang mengetahuinya?”
            Tak ada yang menjawab. Kelas hening. Namun, kali I I Yuuki sangat menyimakya.
            “Islam Rahmat bagi seluruh alam. Itulah artinya.”
            “oh… itu kak.” Santri – santri menjawab dengan serempak. Yuuki terus memperhatikan, apakah makna kata itu? Dalam hatinya mengusik tanya.
            “Nah…,selama pelajaran ini…kakak harap kalian semua memikirkannya, besok kakak akan bertanya kembali.”
            Santri – santri hanya terdiam. Yuuki masih terus berusaha berfikir dengan pengetahuan yang ia punya. Ia merasa pastilah ada hubungannya.
            Hingga pelajaran berakhir. Ka Fatimah menjadikan itu PR bagi para santri. Setelah itu ia keluar kelas,
            “Assalamualaikum.”
            “Waalaikumsalam.” Santri – santri menjawab. Pelajaran usai. Yuuki mengejar Ka Fatimah.
            “Kak…,ada yang mau aku tanyakan!”
            “Nanti sore temui kakak kembali. Kakak merasa kau sudah sedikit menemukan arti.”
            “iya kak!”
            Sore menjelang, Yuuki telah siap untuk menemui Ka Fatimah. Kali ini ia tampak berbeda, ia tak nampak ketakutan. Bahkan ia senang sekali. Yuuki memakai baju gamis berwarna merah tua dengan kerudung putih.
            “mau kemana lagi Nisha?” Mai bertanya.
            “he…,he…,ada lah.”
            “maen rahasiaan ni? Kamu senang sekali.”
            “enggak…,biasa aja koq.”
            “huu…”
            “kamu mau berangkat sekarang? Sebentar lagi Ashar lho?” Mai bertanya.
            “ya enggak lah. Aku mau shalat dulu. Pahalanya 27 gitu.”
            “asyik…nie yang udah mengerti.” Sambung Tika tiba – tiba.
            “Yee…biasa dong.” Yuuki menyeru.
            “eh…,ayo cepat bereskan alat shalat. Nilam mana?”
            “Nilam tuh lagi menyisir rambut. Kerudungnya belum di pakai.” Tika menunjuk Nilam yang sedang asyik dengan sisirnya.
            “Nilam! ayo…dong!” Seru Yuuki. Mengagetkan Nilam hingga sisirnya terjatuh ke lantai.
            “het dah…ni orang…semangat 45 amat sih.”
            “ayolah…” Yuuki meminta agar Nilam cepat.
            “ya…ya…ya…ustadzah kedua.” Nilam Menggoda Yuuki.
            Mereka berempat pun melaksanakan shalat berjamaah di Masjid. Setelah itu, Yuuki segera pergi ke pematang sawah tempat waktu itu. Ia melihat Ka Fatimah sudah di sana.
            “Ka, lama ya?”
            “enggak koq.”
            “kak…,dari beberapa buku yang saya baca, Islam itu ternyata hebat loh kak. Sejarahnya, benar – benar membuatku terkesima. Tak ada cerita yang se asli ini. Kemudian aku baru tahu, Nabi Muhammad SAW itu benar – benar pantuan yang hebat kak! Segala tingkahnya perbuatannya baik semua! Aku sangat kagum kak.” Cerita Yuuki dengan sangat berapi – api.
            “Nah…,sekarang kakak mau tanya tentang materi yang tadi kakak tanyakan di kelas.Menurutmu apakah arti islam rahmat bagi seluruh alam semesta?”
            Yuuki bingung, namun ia terus mencoba berfikir.
            “Clue nya, kamu perhatikan seperti apa sifat – sifat nabi Muhammad.”
            “Jujur kak salah satunya, yang membuatnya begitu di percaya.”
            “nah, menurutmu apakah kejujuran itu hanya Nabi Muhammad lakukan kepada sesama muslim saja?”
            “Tidak kak.”
            “itulah yang kakak maksud, Islam mengajarkan kita bagaiman berperilaku baik kepada siapa saja. Seperti saling menghormati. Nah, kita semua harus saling menghormati sesame makhluk allah. Bukan Cuma kepada orang Islam saja. Islam mengajarkan kita untuk saling menyayangi. Kita dilarang untuk saling bermusuhan antar sesama makhluk. Hal itu menguntungkan bagi semua kan?. Kemudian, Islam melarang kita untuk memakan beberapa binatang karena suatu hal. Taukah kamu?”
            “Babi dan Anjing yan kak?”
            “Iya…,hal itu dikarenakan kita akan lebih mendapat banyak mudharat jikalau memakannya. Meskipun banyak orana – orang non muslim yang melakukannya kita masih tetap teguh bukan?”
            “iya kak.” Yuuki sangat kagum.
            “segala yang terkandung dalam islam itu baik. Dan selalu benar. Islam mengajarkan agar kita Cinta damai. Semua itu berlaku untuk semua. Jadi, tak ada alasan lagi kan bagimu untuk ragu?”
            “tentu kak!aku yakin Islam adalah yang terbaik.” Timbul keyakinan Dalam hati Yuuki. Ia tak ragu sama sekali.
            Mereka berdua menatap langit yang hampir senja, lalu berjalan pulang. Di dalam hati Yuuki terpatri keyakinan yang dalam. Ia sangat bangga terlahir sebagai orang Islam. Senja itu menjadi saksi…,saksi hilangnya segala Ragu dalam hatinya.

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar