Raut wajah jengkel dan kesal Yuuki tak berubah sampai saat disekolah. Dan juga, ia heran mengapa hal yang ia tidak inginkan terjadi, justru menjelma menjadi kenyataan. Dan ia heran,mengapa Umminya melakukan hal itu padanya. Ia pun termenung dalam lamunannya yang di iringi oleh pertanyaan – pertanyaan itu yang tak tahu siapa yang dapat memberi jawaban dari segala tanyanya itu. Tak lama kemudian ada seorang gadis berjilbab yang seragam dengannya menghampiri Yuuki.
“Ea…!!!, lagi mikirin apa hayo..?” seru gadis itu yang mengagetkan Yuuki dan kemudian melepaskan lamunannya.
“ngagetin aja kau. Enggak…,aku tidak memikirkan apa – apa koq.”
“bohong…ah, masa ga mikirin apa – apa koq melamun sambil bersungut – sungut gitu. Pasti ada sesuatu…,cerita dong.”
“heh…?,emang kelihatan bersungut – sungut ya…?” tanya Yuuki dan kemudian ia memegang wajahnya.
“tadi…,bukan sekarang. Ayo dong cerita, keburu bel ni.” Pinta gadis itu kepada Yuuki, karena ia berharap sekali cerita dari Yuuki ini memang benar – benar seru.
“iya…,iya…, Hei Lian, kau liburan ini pergi kemana?” tanya Yuuki kepada gadis itu yang ternyata adalah sahabatnya,Lian.
“emm…, tidak aku tidak pergi kemana pun. Ya paling ya…, jalan – jalan ke tempat rekreasi saja, sekeluarga. Memang kenapa?oh iya, tadi kau belum menjawab pertanyaan ku nih.”
“tahu tidak aku mau pergi kemana?” wajah Yuuki mulai kelihatan bersungut sungut saat bertanya akan hal itu kepada sahabatnya yang keheranan.
“hei…,hei…, kau marah padaku ya? Kenapa bertanya tapi wajahmu mendadak drastic berubah cemberut.” Ujar Lian yang masih terlihat keheranan.
“tahu tidak?”
“ya…,tidak lah. Kamu kan belum kasih tahu aku?bagaimana sih. Emangnya kenapa, sampai membuatmu bermuka masam seperti itu?”
“Hah…” Yuuki menghela nafas panjangnya. Lalu melanjutkan kata – katanya.
“aku akan megisi liburan ini di pesantren. Gimana tidak mengesalkan coba?” lanjut Yuuki.
“oohh…,jadi itu ya penyebabnya. Memangnya kenapa? And, setahu aku ya…, mana ada pesantren yang tidak libur saat liburan begini?”
“ih…, Lian kamu kaya baru kenal aku satu dua hari saja. Kamu kan tahu, aku saja sama pelajarannya Pak Mahmud tuh sudah tidak suka, gimana disana? Tambah – tambah deh. Ada, disana tuh ada programnya. Tapi tidak mengajari pelajaran exact, hanya agama saja”
“mmm…,begitu ya. Tapi kamu asik tuh liburan bisa di pesantren, bisa tambah tambah ilmu agama, tambah teman baru, dan lainnya. Emang pesantren yang dimana sih?”
“yang di dekat rumah kakek ku, kakek Fathir. Dan, yang membuatku lebih kesal lagi. Semua yang tidak aku inginkan terjadi, kemudian menjelma menjadi kenyataan? Aku juga bingung. Contohnya seperti aku tak ingin Abi ku menyetujui kepergianku. Eh? Ternyata tiba – tiba Abi ku menyetujuinya! Bahkan kalau bisa aku lama – lama disana? Aku heran, apa yang difikirkan Ummi dan Abi ku.”
“sabar…, terima dengan ikhlas dan Enjoy aja, oke?” ujar Lian yang mencoba meredakan kekesalan Yuuki seraya mengedipkan sebelah matanya. Alhasil Yuuki pun tertawa.
“Teng…,Teng…,Teng…!!!” bel sekolah pertanda jam belajar telah dimulai pun berbunyi. Membuyarkan percakapan antara dua sahabat itu. Pelajaran pertama adalah Geografi. Yuuki menyukai pelajaran itu, Namun ia kurang menyukai gurunya, yaitu Bu Anita. Karena beliau suka menyambungkan antara pelajaran itu dengan pelajaran agama islam. Maklum saja, Bu Anita selai guru Geografi, juga merupakan pemimpin ekstrakulikuler Rohis. Yang membuat pelajaran itu kurang menarik menurut Yuuki. Karena Bu Anita hanya memberi teori…, saja.dan menurutnya hal itu seperti sebuah dongeng pengantar tidur yanag panjang dan takkan selesai. Jam belajar pun dimulai.
“Assalamualaikum anak – anak” sapa Bu Anita dengan ramahnya untuk memulai jam pelajarannya.”
“Waalaikum salam bu!!!” Jawab murid – murid serempak.
“bagaimana kabar kalian hari ini?adakah disini yang lupa tidak menjalankan shalat shubuh?”
Murid yang merasa melakukan hal yang ditanyakan oleh Bu Anita pun tunjuk jari. Termasuk Yuuki yang merupakansatu – satunya anak perempuan yang tidak melaksanakan shalat shubuh. Tadi pagi ia bangun kesiangan karena semalaman memikirkan kata – kata Umminya.
“Nisha…,Nisha…, kamu ini. Anak permpuan yang lain saja menjalankan. Kamu ini benar – benar ya.” Tegur Bu Anita.
“iya…,bu. Maaf…,maaf…” ujar Yuuki.
“Ayo…, anak anak yang tadi tunjuk jari mau ibu kasih hukuman. Ayo…, sini kamu maju.”
Murid – murid pun maju dan berderet di depan kelas.mereka bingung, hukuman apa yang akan diberikan gurunya itu. Entahlah itu cubitan atau apa. Yuuki dengan santainya berdiri di depan di deretan paling depan diantara ke delapan orang yang maju saat itu. Kemudian ada dua orang murid laki – laki yang berceletuk.
“Bu…, lihat si Nisha deh bu. Lagaknya seperti orang tak bersalah saja bu.” Seru salah satunya.
“Diam kau,Tio!” Seru Yuuki dari depan kelas.
“lihat deh bu, gayanya sudah bak jagoan saja. Beraninya, menyuruh Tio untuk diam.”ujar salah satunya lagi.
“awas…,kau Ramlan.”Ancam Yuuki.
“sudah...,sudah…Tio, Ramlan, Dan kau Nisha.”
Tio dan Ramlan tertawa sesudahnya. Yuuki kesal dengan dua orang itu. Mereka selalu meledeknya ketika ia kena hukuman. Rasanya, Yuuki ingin memukul wajah kedua orang itu. Namun Yuuki mencoba menahan diri.
“Nah…, ibu sudah dapat hukuman yang pas sekali untuk anak – anak yang malas bangun ini. Nah, kalian akan ibu beri 5 pertanyaan tentang materi yang mau kita pelajari hari ini. Yang dapat menjawab silahkan duduk. Tapi.., bagi yang tidak dapat menjawab. Akan Ibu beri cubitan kasih sayang.” Jelas Bu Anita.
“sekarang ibu mau tanya, siapa yang tahu letak astronomis Negara Malaysia.”
Berutunglah Yuuki, bab itu telah ia baca jauh – jauh hari sebelumnya. Ketika murid murid yang tidak maju sibuk mencari, ia pun berseru.
“Saya bisa bu!!”
“coba apa Nisha?”
“Letak astronomis Negara Malaysia ialah diantara 1derajat Lintang Utara sampai dengan 7derajat Lintang Selatan. Dan diantara 100derajat Bujur Timur sampai dengan 119derajat Bujur Timur. Benar kan bu?”
“ Benar sekali. Silahkan kamu duduk Nisha. Berarti Ibu tahu kamu itu rajin membaca.”
“Pasti dong bu, saya gitu.”
“hu…,hu…,hu…” Sorak murid – murid serempak setelah mendengar ucapan Yuuki. Yang di komando oleh Tio dan Ramlan.
Pertanyaan – pertanyaan pun dilontarkan, hingga tersisa tiga siswa yang tidak dapat menjawab. Ialah Deden,Rifai,dan Fuad. Mereka bertiga menerima hukuman dari Bu Anita,yaitu cubitan kasih sayang.Murid – murid tertawa serempak saat melihat raut wajah ketiga orang itu ketika dicubit oleh Bu Anita. Cubitannya memang terkenanal sangat menyakitkan.
“Sekarang apakah dapat kita mulai pelajaran kita?”
“bisa bu!” jawab murid – murid serempak.
“untuk memulai kit abaca,Basmalah bersama – sama.”
“Bismillah…hirrahman nirrahim.”
Pelajaran pun dimulai setelah aksi hukum menghukum tadi. Walau memakan waktu satu jam pelajaran. Hal seperti itulah yang kurang bahkan tidak disenangi oleh Yuuki saat pelajaran Bu Anita. Yaitu menghabiskan satu jam pelajaran untuk sesuatu yang tak ada hubungannya dengan pelajarannya.
*******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar